LINGKARPENA.ID | Pendapatan retribusi dari enam destinasi wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Sukabumi mencapai Rp73.820.000 pada periode 29 Juni hingga 5 Juli 2026. Dari jumlah tersebut, Rp62.136.000 telah disetorkan ke Kas Daerah, sementara Rp11.684.000 merupakan biaya asuransi.
Capaian tersebut disampaikan Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi melalui Monjang Kabupaten Sukabumi 2025, Amanda Sofia Afifah, sebagai bentuk transparansi pengelolaan pendapatan sektor pariwisata.
Adapun rincian perolehan retribusi dari masing-masing destinasi wisata meliputi Geyser Cisolok sebesar Rp16.680.000, Pondok Halimun Rp13.980.000, Curug Sodong Rp11.886.000, Curug Cikaso Rp11.880.000, Pantai Minajaya Rp4.990.000, dan Cinumpang Rp2.720.000.
Dinas Pariwisata menyebutkan, capaian pendapatan tersebut telah melampaui raihan pada periode yang sama di tahun 2025. Hal ini menjadi indikator meningkatnya kunjungan wisatawan ke destinasi wisata milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Sementara itu, secara akumulatif sejak 1 Januari hingga 5 Juli 2026, total pendapatan dan realisasi penyetoran retribusi pariwisata mencapai Rp759.528.000. Jumlah tersebut terdiri atas retribusi pelayanan tempat rekreasi dan olahraga sebesar Rp746.728.000 serta hasil kerja sama pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) sebesar Rp12.800.000.
Dinas Pariwisata menegaskan seluruh pendapatan retribusi dikelola secara transparan, akuntabel, dan disetorkan sepenuhnya ke Kas Daerah. Dana tersebut diharapkan dapat mendukung penataan kawasan wisata, peningkatan fasilitas, serta pelayanan yang lebih baik bagi wisatawan.
Selain itu, Dinas Pariwisata juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai perangkat daerah yang membidangi infrastruktur jalan, penerangan, dan pengelolaan sampah, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, guna meningkatkan kualitas destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi.
Dinas Pariwisata mengucapkan terima kasih kepada seluruh wisatawan dan masyarakat yang telah berkontribusi melalui pembayaran retribusi. Masyarakat juga diajak untuk terus menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban, dan kelestarian destinasi wisata agar tetap menjadi kebanggaan bersama sekaligus mampu mendorong kesejahteraan serta kemandirian daerah melalui sektor pariwisata. (adv).






