Seren Taun ke-447 Kasepuhan Ciptamulya Teguhkan Tradisi Leluhur di Tengah Perkembangan Zaman

LINGKARPENA.ID | Suasana penuh khidmat dan kebersamaan menyelimuti Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, saat masyarakat adat menggelar Seren Taun ke-447, Minggu (12/7/2026). Tradisi tahunan tersebut kembali menjadi momentum penting untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen sekaligus memperkuat komitmen menjaga warisan budaya leluhur.

 

Prosesi adat diawali dengan Ampih Pare ka Leuit sebagai simbol penyimpanan hasil panen ke lumbung adat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan saresehan, arak-arakan rengkong, serta berbagai pertunjukan seni tradisional, di antaranya Dog-dog Lojor, Wayang Golek, Jaipongan, Debus, Kidung Buhun, Seni Laes, Tunggulan Lisung, hingga permainan Angklung. Seluruh rangkaian acara menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang hadir.

Baca juga:  Seni Beluk Sunda Mulai Tersingkir, Upaya Pelestarian Didorong Kembali

 

Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, mengatakan Seren Taun merupakan kekayaan budaya yang tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menjadi pedoman hidup masyarakat adat dalam menjaga kebersamaan dan hubungan harmonis dengan alam.

 

“Seren Taun bukan sekadar perayaan panen, tetapi merupakan identitas budaya yang mengandung nilai gotong royong, rasa syukur, dan penghormatan kepada leluhur. Tradisi ini layak terus dilestarikan sekaligus dikembangkan sebagai potensi wisata budaya Kabupaten Sukabumi,” ujar Okih.

Baca juga:  Puncak Acara Adat Seren taun Kasepuhan Cipta Mulya, Kapolsek Cisolok Lakukan Ini

 

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Pemerintah Kecamatan Cisolok akan terus hadir mendukung pelestarian budaya adat sebagai bagian dari pembangunan yang berpijak pada kearifan lokal.

 

Di sisi lain, Sesepuh Adat Kasepuhan Ciptamulya, Abah Hendrik Suhendrik Wijaya, menyampaikan rasa syukur karena hasil panen masyarakat pada tahun ini cukup baik sehingga Seren Taun dapat kembali dilaksanakan dengan penuh suka cita. Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah, termasuk bantuan pembangunan leuit bagi tiga kasepuhan di Desa Sirnaresmi.

Baca juga:  Miliki Program Pencaksilat, Wabup: Menjaga Warisan Leluhur

 

“Tradisi Seren Taun mengajarkan kami untuk selalu bersyukur atas rezeki yang diberikan Tuhan. Nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan penghormatan terhadap alam harus terus dijaga agar tetap hidup di tengah perubahan zaman,” kata Abah Hendrik.

 

Melalui Seren Taun ke-447, Kasepuhan Ciptamulya kembali menegaskan eksistensinya sebagai penjaga tradisi dan budaya Sunda. Lebih dari sekadar agenda tahunan, perayaan ini menjadi pengingat bahwa warisan leluhur memiliki nilai yang tetap relevan sebagai fondasi kehidupan masyarakat hingga masa mendatang.

Pos terkait