Dispar Kabupaten Sukabumi Ajak Masyarakat Sukseskan Seren Taun 2026 di Tiga Kasepuhan

LINGKARPENA.ID | Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi mengajak masyarakat dan wisatawan untuk menghadiri rangkaian tradisi Seren Taun 2026 yang akan digelar di tiga kasepuhan di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok. Tradisi adat yang merupakan ungkapan rasa syukur atas hasil panen tersebut menjadi salah satu warisan budaya yang terus dijaga sekaligus daya tarik wisata unggulan Kabupaten Sukabumi, Jumat (3/7/2026).

 

Rangkaian Seren Taun akan dimulai pada 5 Juli 2026 di Kasepuhan Sirnaresmi, dilanjutkan 12 Juli 2026 di Kasepuhan Cipta Mulya, dan ditutup pada Agustus 2026 di Kasepuhan Gelar Alam.

 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan pihaknya menyambut baik pelaksanaan Seren Taun karena merupakan tradisi budaya yang memiliki nilai sejarah, kearifan lokal, sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.

 

“Hari ini kami bergembira karena kedatangan Kepala Desa Sirnaresmi atau yang di wilayah Cisolok dikenal sebagai Jaro, Bapak Iwan Ruswandi. Desa Sirnaresmi memiliki kekayaan budaya yang luar biasa karena terdapat tiga kasepuhan, yaitu Kasepuhan Sirnaresmi, Kasepuhan Cipta Mulya, dan Kasepuhan Gelar Alam. Kekayaan budaya inilah yang turut memberikan kontribusi terhadap pengakuan Kabupaten Sukabumi sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark,” ujar Ali.

Baca juga:  Bumikan Trisakti: Budayawan Jawa Barat Gelar Upacara Rajah Ruwat Mandala Ngadegna Monumen Plaza Ir. Soekarno

 

Menurutnya, tradisi Seren Taun bukan sekadar upacara adat, tetapi juga menjadi atraksi budaya yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah.

 

“Tradisi yang sudah diwariskan turun-temurun ini harus kita sukseskan bersama. Selain menjaga warisan leluhur, Seren Taun juga menjadi daya tarik wisata yang memperkuat posisi Desa Sirnaresmi sebagai desa wisata dan destinasi unggulan Kabupaten Sukabumi. Banyak atraksi budaya yang akan ditampilkan dan layak disaksikan masyarakat maupun wisatawan,” katanya.

 

Ali mengajak masyarakat untuk hadir menyaksikan rangkaian Seren Taun di tiga kasepuhan tersebut.

 

“Insya Allah puncak Seren Taun akan dilaksanakan pada 5 Juli di Kasepuhan Sirnaresmi, kemudian dilanjutkan pada 12 Juli di Kasepuhan Cipta Mulya, dan selanjutnya pada Agustus di Kasepuhan Gelar Alam. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk datang ke Sukabumi dan menikmati kekayaan budaya yang menjadi kebanggaan daerah,” tambahnya.

Baca juga:  Tradisi Seren Taun di Cisolok, Dispar Sukabumi: Warisan Budaya yang Menjadi Daya Tarik Wisata

 

Sementara itu, Kepala Desa Sirnaresmi, Iwan Ruswandi, menjelaskan bahwa Desa Sirnaresmi menjadi rumah bagi tiga kasepuhan yang hingga kini masih memegang teguh adat istiadat leluhur, terutama dalam bidang pertanian.

 

“Di Desa Sirnaresmi terdapat tiga kasepuhan, yakni Kasepuhan Sirnaresmi, Kasepuhan Cipta Mulya, dan Kasepuhan Gelar Alam. Ketiganya tetap mempertahankan budaya warisan leluhur yang menjadi identitas masyarakat adat hingga sekarang,” ungkap Iwan.

 

Ia menjelaskan, salah satu tradisi yang paling dijaga adalah pengelolaan padi. Masyarakat adat hanya melakukan panen padi satu kali dalam setahun dan hasilnya diperuntukkan sebagai kebutuhan konsumsi keluarga, bukan untuk diperjualbelikan.

 

“Ciri khas kasepuhan adalah mempertahankan budaya pertanian, khususnya padi. Padi yang dipanen hanya untuk dikonsumsi, tidak diperjualbelikan. Panen dilakukan satu kali dalam setahun dan tradisi ini masih dijalankan oleh ketiga kasepuhan,” jelasnya.

Baca juga:  Berburu Terubuk Akibat Bosan Makan Daging Sepekan Setelah Lebaran Salah Satu Kebiasaan Orang Jampang   

 

Selain itu, kehidupan masyarakat adat juga masih mempertahankan pakaian tradisional dan berbagai nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.

 

Iwan berharap perhatian pemerintah terhadap pelestarian budaya adat di Kabupaten Sukabumi terus ditingkatkan agar warisan budaya tersebut tetap lestari dan semakin dikenal masyarakat luas.

 

“Kami bersyukur pemerintah terus memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya. Harapan kami, perhatian itu semakin besar sehingga budaya kasepuhan tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya sekaligus menjadi kebanggaan Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.

 

Melalui penyelenggaraan Seren Taun 2026, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap tradisi adat yang sarat nilai spiritual, budaya, dan gotong royong tersebut semakin dikenal luas serta mampu meningkatkan kunjungan wisata ke kawasan adat Kasepuhan Sirnaresmi, Cipta Mulya, dan Gelar Alam yang menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Kabupaten Sukabumi. (adv).

Pos terkait