LINGKARPENA.ID | Tradisi Seren Taun yang dilestarikan oleh masyarakat adat di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi.
Menurut Sendi, tradisi ini telah menjadi simbol penting dalam menjaga warisan budaya leluhur. Acara tahunan tersebut merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat adat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah.
“Tradisi Seren Taun yang digelar di tiga Kasepuhan Adat, Kasepuhan Sinar Resmi, Cipta Mulya, dan Kasepuhan Gelar Alam, telah berkembang menjadi event wisata budaya yang menarik perhatian wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” ungkap Sendi belum lama ini.
Serangkaian acara dalam Seren Taun mencakup berbagai kegiatan budaya yang kaya, seperti Ampih Pare (prosesi memasukkan padi ke dalam Leuit atau lumbung padi), serta pertunjukan seni tradisional, termasuk Tari Jipeng, Tari Tani, Lais, Rengkong, Seni Debus, Dog-dog Lojor, dan Gondang Buhun. Pameran dan bazar yang memeriahkan suasana juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
“Acara tradisi Seren Taun kini telah menjadi kebanggaan Kabupaten Sukabumi. Ini bukan hanya sekadar warisan budaya, tetapi juga daya tarik wisata yang luar biasa,” tegas Sendi.
Sendi menambahkan bahwa tingginya minat wisatawan yang hadir dalam setiap kegiatan Seren Taun membuktikan tradisi ini memiliki potensi besar sebagai event wisata.
Lanjutnya, keberhasilan ini juga diperkuat dengan pencatatan Seren Taun dalam inventarisasi KIM Ekspresi Budaya Tradisional oleh Kemenkumham, yang difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi.
Pengakuan terhadap hak kekayaan intelektual komunal serta pencantuman Seren Taun dalam Kalender Event Nusantara 2024 menunjukkan kesuksesan Kasepuhan Gelar Alam dalam mempromosikan budaya lokal.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa promosi budaya dan pariwisata sudah berjalan dengan baik,” tambahnya.
Sendi juga menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi ini agar tetap hidup dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kita harus berkomitmen untuk melestarikan warisan budaya ini agar tetap eksis dan menjadi daya tarik yang semakin kuat,” pungkasnya.






