Bumikan Trisakti: Budayawan Jawa Barat Gelar Upacara Rajah Ruwat Mandala Ngadegna Monumen Plaza Ir. Soekarno

Sejumlah tokoh adat dan budayawan Jawa Barat, berkumpul di depan GOR Saparua, Kamis, 10/09)2023.| istimewa

LINGKARPENA.ID | Sejumlah tokoh adat dan budayawan Jawa Barat, berkumpul di depan GOR Saparua, Kamis, 10/09)2023 kemarin. Hal ini dilakukan dalam rangka melaksanakan doa bersama, untuk mendukung pembangunan monumen Plaza Ir. Soekarno.

Upacara ini mengambil tajuk “Rajah Ruwat Mandala Ngadegna Monumen Plaza Ir. Soekarno” ini sebagai rangkaian yang sangat penting. Hal tersebut mengingat proses pembangunannya sudah berjalan. Terutama peletakan batu pertama untuk pondasi sudah dilakukan beberapa bulan kebelakang.

Ditemui koresponden, penggagas Upacara Rajah Ruwat Mandala Ngadegna Monumen Plaza Ir. Soekarno, A  Ginanjar Akil menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan upacara adat, sebagai tali paranti para leluhur dimana kita harus mengingat darimana asalnya kita berkehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca juga:  Gerakan Nasional Bumikan Trisakti: Tegaskan Status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan Universitas Trisakti

“Upacara adat ini dilakukan hari ini, mengingat sekarang adalah wetonnya bung Karno yaitu Kamis Pon. Sebelum didirikannya monumen Plaza Ir. Soekarno, penting juga untuk mengingat nilai-nilai, siapa yang mengajarkan jiwa nasionalisme,” ungkapnya.

Budayawan Jawa Barat saat menggelar Rajah Ruwat Mandala Ngadegna Monumen Lpaza Ir. Soekarno.| ist

Sebagaimana diketahui, monumen Plaza Ir. Soekarno didirikan sebagai bentuk membumikan ajaran Trisakti, dimana kedepan generasi penerus bangsa harus memahami betul bagaimana ajaran tersebut harus bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai ajaran luhur Trisakti, dan Pancasila merupakan asas berbangsa dan bernegara. Nah, upacara ini untuk mengingat siapa orangtua yang mendirikan bangsa ini, supaya kita tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa,” tambahnya.

Baca juga:  Puluhan Peserta Se-jabar Ikuti Adu Ketangkasan Domba Garut, Rebut Piala Cup Dandim 0607 Kota Sukabumi

Kedepan, keberadaan Monumen Plaza Ir. Soekarno dapat menjadi wisata edukasi, wisata budaya dan wisata sejarah. Yang akan selalu mengingatkan kita kepada hakikat ajaran Trisakti. Amanah besar bung Karno sebagai bapa bangsa harus terus di bumikan.

“Inilah bukti nyata kecintaan mereka yang hari ini hadir mengikuti upacara Rajah Ruwat, terhadap bapa bangsa yang telah mendirikan tanah air, dengan nilai-nilai leluhur adat,” pungkas Pandita Sunda ini.

Baca juga:  Gerakan Nasional Bumikan Trisakti, Universitas Trisakti Harus Diambil Alih Negara

Pantauan dilapangan, turut hadir berbagai organ masyarakat Jawa Barat pecinta Trisakti, diantaranya Forum Diskusi Sinergi Indonesia (FDSI), Barikade 98, Barisan Olot Masyarakat Adat (BOMA), Pakarang Adat Nusantara, Gerakan Bhineka Nusantara (GBN), Komunitas Jawa Barat Sejati (KJS), Gerakan Pemuda Marhaenis, Gerakan Masyarakat Bumikan Trisakti, Pemuda Demokrat dan puluhan organ lainnya.

Kehadiran mereka semua untuk mengikuti rangkaian upacara Rajah Ruwat Mandala Ngadegna Monumen Plaza Ir. Soekarno dan doa bersama sesuai dengan agama, kepercayaan dan adat masing-masing. Dengan tujuan yang sama mengingat leluhur terutama pendiri bangsa yang harus kita muliakan.**

Pos terkait