LINGKARPENA.ID | Relawan KDM Kota/Kabupaten Sukabumi, Egi Sonia S.H., bersama Ketua DPD Kedan Prabo Nol Lapan Deden Firman, Selasa (22/7/26) mendampingi keluarga korban TPPO yang meninggal dunia di Jeddah Saudi Arabia sepekan lalu.
Tim relawan dan advokasi Kedan Prabo Nol Lapan bersama keluarga, datang ke Pos Pengaduan Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, untuk meminta bantuan KDM dalam membantu kepulangan PMI asal Kota Sukabumi yang meninggal dunia di Jeddah.
“Kami hanya membantu pendampingan keluarga korban untuk melapor ke Pos Pengaduan Lembur Pakuan. Ya kita berharap pak Gubernur Jabar KDM segera merespons keluhan keluarga korban,” ujar Egi Sonia, pada Lingkarpena.id Selasa (21/7) di Lembur Pakuan Subang Jabar.
Egi menambahkan, saat tiba di lokasi pihak keluarga langsung melakukan registrasi di Pos Pengaduan Lembur Pakuan dan disambut baik oleh para petugas Pos Pengaduan Lembur Pakuan.
“Alhamdulillah, sudah registrasi dan menunggu jadwal pemanggilan untuk wawancara. Mudah mudahan dilancarkan dan segera diproses,” timpalnya.
Sementara itu Suami korban TPPO yang saat ini Jenazahnya masih berada di Jeddah, Erwin Susman (43) berharap, pihak Pos Pengaduan Lembur Pakuan, Subang, melalui pak KDM dapat membantu kondisi masalah yang ia hadapi bersama keluarganya saat ini.
“Saya dan keluarga berharap penuh Pak KDM dapat membantu kepulangan Jenazah Istri saya ke Indonesia,” harapnya.
Pada berita sebelumnya diketahui Evi Mentari (37), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, yang meninggal dunia di Jeddah, Arab Saudi. Hingga memasuki hari ketujuh setelah wafat, jenazah almarhumah belum juga dipulangkan ke Indonesia.
Situasi tersebut mendorong sang suami, Erwin Susman (43), untuk memohon bantuan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar dapat membantu proses pemulangan jenazah Istrinya ke Indonesia.
Permohonan itu disampaikan Erwin melalui sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, ia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat memberikan perhatian dan membantu mengawal proses administrasi sehingga jenazah istrinya segera bisa dibawa pulang ke Kota Sukabumi.
“Saya memohon bantuan Bapak Gubernur Dedi Mulyadi agar istri saya yang meninggal di Jeddah bisa segera dipulangkan. Sudah tujuh hari jenazahnya masih berada di sana. Kami ingin almarhumah dimakamkan di kampung halamannya,” ujar Erwin.
Evi diketahui meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Jeddah setelah menjalani perawatan intensif akibat penyakit yang dideritanya. Kabar wafatnya diterima pihak keluarga pada Sabtu lalu (11/7/2026) dini hari waktu Indonesia.
Erwin mengungkapkan, sebelum mengembuskan napas terakhir, istrinya sempat dirawat selama sekitar dua pekan. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak rumah sakit maupun rekan-rekan almarhumah, Evi diduga meninggal akibat tumor otak yang telah lama dideritanya.
“Informasi yang kami terima, penyebabnya diduga tumor otak. Sebelumnya almarhumah juga sudah dua kali menjalani operasi,” ungkapnya.
Saat ini keluarga masih menunggu penyelesaian berbagai dokumen yang menjadi syarat pemulangan jenazah dari Arab Saudi ke Indonesia. Erwin mengatakan pihak keluarga terus menjalin komunikasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah untuk mengetahui perkembangan proses tersebut.
Menurutnya, keluarga berharap pemerintah dapat memberikan dukungan agar seluruh tahapan administrasi segera selesai sehingga jenazah Evi dapat dipulangkan dan dimakamkan di tanah kelahirannya.
Hingga Sabtu (18/7/2026), belum ada informasi resmi mengenai jadwal kepulangan jenazah maupun perkembangan terbaru dari proses yang sedang berjalan. Keluarga masih menantikan kabar baik agar almarhumah dapat segera dimakamkan di kampung halamannya di Kota Sukabumi.(*)




