Warga Desak Pemerintah Segera Tangani Buaya di Situ Habibi, Khawatir Timbulkan Korban Jiwa

Gambar Ilustrasi : Kemunculan buaya di Situ Habibi Surade akhir akhir ini buat warga resah dan mendesak Pemerintah untuk segera menangani.

LINGKARPENA.ID | Kemunculan buaya di Situ Habibi, Kampung Pasirkawung, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, terus memicu keresahan warga. Setelah seekor anak sapi dilaporkan diterkam predator tersebut di hadapan sejumlah pengunjung, masyarakat kini mendesak pemerintah dan instansi berwenang segera mengambil langkah nyata sebelum terjadi korban jiwa.

 

Peristiwa yang sempat direkam pengunjung dan viral di media sosial itu memperlihatkan seekor buaya menggigit anak sapi yang tercebur ke dalam situ. Terdengar teriakan warga yang berusaha menghalau reptil tersebut agar melepaskan mangsanya, namun buaya tetap bertahan dengan gigitannya.

 

Kejadian tersebut semakin memperkuat dugaan warga bahwa di Situ Habibi terdapat lebih dari satu ekor buaya. Kemunculannya yang kian sering di permukaan membuat masyarakat enggan beraktivitas di sekitar lokasi.

 

Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’adi, mengatakan pemerintah desa telah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan mengirimkan surat kepada instansi terkait agar keberadaan buaya tersebut segera mendapat penanganan yang serius.

Baca juga:  Aghnia Rahayu 07 Dinyatakan Hilang Muncul di Pantai Santolo Garut

 

“Kami sudah menyampaikan surat kepada pihak terkait agar ada tindak lanjut. Kami juga mengimbau masyarakat dan para pengunjung untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat berada di sekitar Situ Habibi,” ujar Bakang kepada lingkarpena.id, Rabu (29/7/2026).

 

Menurut Bakang, Pemerintah Desa Cipeundeuy juga terus melakukan sosialisasi melalui kepala dusun dan ketua RT mengenai keberadaan buaya di Situ Habibi. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan agar masyarakat memahami potensi bahaya dan lebih berhati-hati saat berada di sekitar danau.

 

“Kami berharap pemerintah bersama instansi yang memiliki kewenangan dapat segera melakukan kajian dan penanganan yang komprehensif. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, namun tetap memperhatikan kelestarian satwa liar sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.

Baca juga:  Jejak Sunyi Predator Sungai Cimandiri, Buat Warga Pesisir Waspada

 

Warga mengaku khawatir apabila kondisi tersebut terus dibiarkan. Mereka menilai penanganan tidak boleh menunggu hingga terjadi korban jiwa.

 

“Jangan sampai nanti ada warga yang menjadi korban baru semuanya sibuk. Antisipasi jauh lebih penting daripada penanganan setelah musibah terjadi. Kami ingin pemerintah bergerak sekarang, bukan setelah ada korban,” ujar salah seorang warga dengan nada geram.

 

Warga lainnya mengingatkan bahwa buaya di Situ Habibi bukan kali pertama memangsa ternak. Bahkan, menurut mereka, pernah terjadi insiden yang nyaris merenggut nyawa manusia.

 

“Kami mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Desa Cipeundeuy yang langsung berkoordinasi. Sekarang kami berharap instansi terkait juga cepat tanggap. Ini persoalan serius karena buaya di sini sudah beberapa kali memangsa ternak warga dan pernah hampir memakan korban manusia. Jangan sampai nanti ketika ada korban baru saling menyalahkan atau mencari kambing hitam,” tegas warga lainnya.

Baca juga:  Aa Dede Curhat Dong; Kapolres Simak Keresahan Masyarakat soal Isu Penculikan Anak

 

Secara alami, buaya merupakan predator penyergap yang memiliki naluri berburu sangat kuat. Satwa ini mampu berdiam diri di bawah permukaan air dalam waktu lama sebelum menyerang mangsa secara tiba-tiba. Buaya juga dikenal sangat teritorial, terutama apabila merasa habitatnya terganggu atau ketika terdapat sumber makanan di sekitarnya. Sifat agresif tersebut membuat keberadaannya di lokasi yang berdekatan dengan aktivitas masyarakat menjadi ancaman yang perlu mendapat perhatian serius.

 

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan instansi terkait segera melakukan kajian lapangan, pemasangan rambu peringatan, hingga langkah penanganan yang tepat agar keselamatan warga tetap terjamin tanpa mengabaikan aspek konservasi satwa liar. Dengan demikian, Situ Habibi tidak lagi menjadi sumber ketakutan bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitarnya.

Pos terkait