LINGKARPENA.ID | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi merilis laporan sementara penanganan bencana nonalam kebakaran rumah tinggal yang melanda Kampung Ciptamulya, RT 05 dan RT 07 RW 07, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok. Data yang dihimpun hingga Senin (27/7/2026) pukul 17.00 WIB menunjukkan sebanyak 52 kepala keluarga (KK) atau 160 jiwa terdampak akibat peristiwa tersebut.
Berdasarkan laporan Pos Satuan Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB) BPBD Kabupaten Sukabumi periode 25–27 Juli 2026, kebakaran terjadi pada Sabtu (25/7/2026). Cuaca panas ekstrem yang disertai kondisi kekeringan menjadi salah satu faktor yang mempercepat meluasnya kobaran api sehingga menghanguskan puluhan bangunan milik warga.
Rincian korban terdampak terdiri dari 25 KK atau 78 jiwa di RT 05 dan 27 KK atau 82 jiwa di RT 07. Di antara para penyintas terdapat 2 ibu hamil dan 6 ibu menyusui yang menjadi kelompok rentan dan membutuhkan perhatian khusus selama masa tanggap darurat.
Dari total korban terdampak, sebanyak 12 KK atau 35 jiwa saat ini menempati tenda pengungsian terpusat, sedangkan 40 KK atau 125 jiwa memilih mengungsi di rumah kerabat atau sanak saudara. Hingga laporan terakhir, tidak terdapat korban meninggal dunia, luka-luka maupun warga yang masih dinyatakan hilang.
BPBD juga mencatat dampak kerusakan yang cukup besar. Sebanyak 51 unit rumah mengalami rusak berat. Selain itu, kebakaran turut menghanguskan 1 unit masjid, 1 unit PAUD, 49 leuit, 2 lisung, 6 warung, dan 2 bangunan MCK. Sejumlah kendaraan juga terdampak, yakni 1 unit mobil Maskara serta 3 unit sepeda motor.
Berdasarkan pendataan demografi, korban terdampak terdiri dari 13 lansia, 104 orang dewasa, 16 remaja, 12 anak-anak, dan 15 balita. Sementara itu, dari sisi pendidikan terdapat 5 anak usia PAUD, 11 siswa SD, 8 siswa SMP, dan 6 siswa SMA yang ikut terdampak sehingga memerlukan dukungan perlengkapan sekolah.
Dalam penanganan bencana, BPBD Kabupaten Sukabumi telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Barat, pemerintah desa, kecamatan, aparat keamanan, relawan serta berbagai perangkat daerah terkait. Tim gabungan juga terus melakukan asesmen, pendataan kerusakan, serta membuka Posko Tanggap Darurat Bencana untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Hasil rapat koordinasi lintas sektor menetapkan wilayah terdampak di Kampung Ciptamulya sebagai lokasi tanggap darurat. Penanganan difokuskan pada penyelamatan korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pelayanan kesehatan, perlindungan kelompok rentan, hingga pemulihan sarana dan prasarana yang rusak.
BPBD Kabupaten Sukabumi menyebutkan sejumlah kebutuhan mendesak yang masih diperlukan di lokasi pengungsian, di antaranya makanan siap saji, operasional dapur umum, perlengkapan bayi, susu, obat-obatan dan perlengkapan P3K, popok bayi dan dewasa, selimut, kasur atau matras, perlengkapan mandi, kebutuhan ibu hamil dan menyusui, layanan pemeriksaan kesehatan, serta perlengkapan sekolah untuk seluruh jenjang pendidikan.
Hingga Senin (27/7/2026) pukul 17.00 WIB, tim gabungan masih berada di lokasi untuk melanjutkan proses pendataan serta assessment. BPBD Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa data yang disampaikan merupakan laporan sementara dan masih berpotensi mengalami perubahan sesuai hasil verifikasi di lapangan.






