LINGKARPENA.ID | Sebuah perahu nelayan bertuliskan Aghnia Rahayu 07, asal Ujunggenteng Kecamatan Ciracap Sukabumi, pada Minggu 17 Maret 2024, sekira pukul 06.00 WIB, ditemukan terdampar di Pantai Santolo, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Dari keterangan didapat, pada saat terjadi banjir rob di Ujunggenteng ada empat perahu yang melaut. Namun saat berada di perairan Tegalbuleud satu perahu hilang kontak.
Dijelaskan Asep Jeka, Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, setelah dilakukan pencarian dan hasilnya nihil, Minggu 17 Maret 2024, dirinya melihat postingan yang diunggah akun Mantri Tongkol di Jejaring Facebook tentang perahu terdampar. Setelah dicari tahu ternyata benar bahwa perahu itu asal Ujunggenteng.
“Awal Saya melihat postingan di Facebook. Dan benar itu perahu dari Ujunggenteng. Perahu nelayan Ujunggenteng yang hilang kontak kemarin. Kondisi sekarang, satu selamat satu hilang, ” jelas Asep.
Perahu Aghnia Rahayu 07 yang melaut pada saat terjadi bencana banjir rob, ditumpangi dua orang. Juned (52) sebagai tekong dan Uje (35) Anak buah kapal (ABK).
Pada Kamis, (14/3/2024) sekira pukul 13.00 WIB perahu hilang kontak disekitar Perairan Tegalbuleud. Dan setelah dilakukan pencarian nihil, lalu dinyatakan hilang.
Menurut Asep Jeka yang berhasil dihubungi Lingkarpena.id menuturkan, hari ini, Minggu ( 18/3/2024 ), pemilik perahu sedang dalam perjalan menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) Pantai Santolo Garut bersama Dadang Supriatna dan Tim BPBD.






