Potensi Wisata Desa Kabandungan Digali, Ikan Dewa Jadi Daya Tarik Unggulan

LINGKARPENA.ID | Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi melakukan koordinasi, identifikasi potensi, serta verifikasi awal terhadap usulan penetapan Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan, sebagai desa wisata, Kamis (17/9/2026).

 

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menggali berbagai potensi yang dimiliki Desa Kabandungan, sekaligus melihat kesiapan pemerintah desa dan masyarakat dalam mengembangkan pariwisata berbasis desa.

 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan Desa Kabandungan memiliki beragam potensi yang layak dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah keberadaan ikan Tor Soro atau yang dikenal masyarakat sebagai ikan dewa.

 

“Potensinya luar biasa. Yang membuat kami tertarik ada ikan langka, yaitu ikan Soro atau dikenal dengan ikan dewa. Ternyata Kabandungan bisa menjadi ekosistem tumbuhnya ikan dewa yang kemudian bisa menjadi cerita dan daya tarik orang untuk datang ke desa Kabandungan,” ujar Ali.

Baca juga:  Libur Lebaran Idul Fitri 1444 H, Wisatawan Mulai Padati Pondok Halimun Sukabumi

 

Menurutnya, pengembangan desa wisata tidak hanya berorientasi pada menghadirkan destinasi, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

 

Ali menilai semangat pemerintah desa, perangkat desa, masyarakat, serta dukungan Kecamatan Kabandungan menjadi modal penting untuk mengembangkan potensi yang ada secara berkelanjutan.

 

“Tidak ada kata lain bagi Dinas Pariwisata untuk terus mengkurasi sekaligus mendampingi agar Desa Kabandungan bisa menjadi desa wisata. Mereka punya impian agar lemburna bisa tertata, kampungna bisa dibina, sehingga menghadirkan kebahagiaan dan kesejahteraan untuk keluarga dan masyarakat,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Desa Kabandungan, Bedi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi yang datang langsung untuk melihat dan mengidentifikasi potensi wisata di wilayahnya.

Baca juga:  Budi Azhar Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Dukung Pelestarian Warisan Budaya Adu Ketangkasan Domba Garut  

 

Ia menyebut Desa Kabandungan memiliki kondisi alam yang menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan pariwisata.

 

“Khususnya Desa Kabandungan merupakan zona oksigen yang akan diburu oleh masyarakat lokal ataupun masyarakat dunia,” kata Bedi.

 

Berbagai potensi yang tengah dikembangkan di antaranya agro wisata, wisata alam, river tubing, hingga budidaya ikan Tor Soro yang dikenal sebagai ikan dewa.

 

Selain itu, Desa Kabandungan juga memiliki sejumlah potensi alam seperti Curug Sentral, Curug Tiga serta kawasan hijau yang berada dalam bentangan kawasan Gunung Salak dan lanskap Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

 

“Alhamdulillah kita bisa mengembangkan ikan Tor Soro yang sangat langka, khususnya di Jawa Barat. Kemudian juga ada potensi alam anugerah dari Allah SWT seperti Curug Sentral, Curug Tiga dan kawasan hijau yang ada di bentangan Gunung Salak,” ujarnya.

Baca juga:  Longsor di Kabandungan Terjang Dua Rumah

 

Bedi berharap pengembangan berbagai potensi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian desa.

 

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi terbaik untuk memajukan ekonomi masyarakat, desa, dan Kecamatan Kabandungan,” tuturnya.

 

Dispar Kabupaten Sukabumi selanjutnya akan terus melakukan pendampingan dan kurasi terhadap potensi yang ada. Pengembangan tersebut diarahkan agar potensi alam, budaya, kearifan lokal dan ekonomi masyarakat dapat dikelola secara berkelanjutan.

 

Ali pun mengajak masyarakat untuk mengenal langsung potensi yang dimiliki Kabandungan.

 

“Mau tahu bagaimana serunya lokasi desa wisata? Mari datang ke Desa Kabandungan,” pungkasnya. (adv).

 

Pos terkait