LINGKARPENA.ID | Jalan Provinsi Jawa Barat, khususnya di jalur Pajampangan, sedang menjadi perhatian masyarakat karena banyaknya lubang yang menyebabkan kecelakaan dan kerusakan pada kendaraan. Banyak pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat, yang mengalami kecelakaan dan ban robek akibat terkena lubang-lubang di sepanjang jalan.
Menurut salah satu penguna jalan AS (44) yang tidak ingin disebut namanya, kondisi jalan yang rusak ini disebabkan oleh cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi, sehingga infrastruktur jalan mengalami kerusakan. Lubang-lubang aspal yang berceceran di sepanjang jalan membuat pengendara harus ekstra hati-hati, terutama saat hujan karena lubang-lubang ini tertutup air,” ucapnya.
Perlu diketahui, pihak yang bertanggung jawab pada kerusakan jalan bisa terkena sangsi denda atau bahkan penjara. Hal itu diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 Tentag Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Selain itu. AW menuturkan, dampak Kecelakaan dan Kerusakan. Banyak kendaraan yang mengalami pecah ban akibat menghantam lubang jalan.
“Saran saya para pengendara harus waspada’. Kalau bisa harus menurunkan kecepatan untuk menghindari lubang walaupun waktu tempuh menjadi lebih lama,” ucapnya.
Beberapa kejadian kecelakaantelah terjadi, akibat pengendara menghindari lubang atau terperosok ke dalam lubang.
Harapan saya Pemprov Jabar melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), segera melakukan perawatan intensif fokus pada titik jalan berlubang. Di mana masyarakat jelang bulan suci ramadhan banyak berwisata juga mudik.
Untuk pihak Kepolisian dan Dinas Terterkait harus bekerja sama, upaya penjagaan dan memberikan himbauan informasi lalu lintas agar berhati-hati mengikuti rambu-rambu jalan sekitarnya,” pungkasnya.






