Akibat Kesurupan, Kegiatan Pramuka di Kecamatan Cidolog Dibubarkan

Pramuka di Kecamatan Cidolog dibubarkan akibat adanya siswa kesurupan, Sabtu (13/8/22).| Istimewa

Pramuka LINGKARPENA.ID | Kegiatan kemping pada HUT Pramuka ke 61 yang digelar siswa Sekolah se Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi pada malam Sabtu (13/8/22) dibubarkan.

Hal tersebut setelah adanya peristiwa kesurupan massal yang dialami oleh beberapa siswa yang mengikuti kegiatan kemping di lapang sepak bola Desa Cipamingkis.

Panitia pelaksana kegiatan gerakan pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Cidolog bersama Forum Komunikasi Kecamatan (Forkopimcam) sepakat untuk membubarkan kegiatan tersebut setelah adanya kesurupan massal.

Baca juga:  Ini Dia Juara Pilkades Serentak di 71 Desa di Kabupaten Sukabumi

Turut menyepakati pembubaran pramuka mulai dari anggota Kwarcab ( kak Leni ), anggota mabiran, ( Danposramil, Kak Edi Mulyadi, Ketua K3S, Mabigus Kak Jumhadi, dan Anggota Mabiran kak Ahmad Nurdin ( Pengawas ).

Ende Jejen Jamaludin selaku Ketua Panitia pelaksana kegiatan Pramuka selepas upacara penutupan menyampaikan, hal itu berawal dari adanya kejadian kesurupan yang menimpa pada siswa.

“Ada lima orang siswa yang kesurupan dan sulit ditangani. Yang lain mudah ditangani, namun untuk ke 5 orang ini anehnya cukup sulit. Sudah dilakuka upaya penyadaran namun tetap sulit,” terangnya.

Baca juga:  Hindari Hewan, Angkot Tabrak Truk di Baros Sukabumi, 4 Orang Luka Serius

Setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan semua pihak mulai dari Kuarran, Camat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, K3s dan para tokoh masyarakat maka hasil dari musyawarah sepakat untuk dibubarkan.

“Kami mengambil keputusan, yang pada akhirnya sesuai keputusan bersama sepakat dibubarkan. Ya takut ada hal yang tidak diinginkan apa lagi keadaan hujan deras air kali meluap,” tuturnya.

Baca juga:  Pramuka Kwarcab Kota Sukabumi, Meriahkan HUT Ke-61 di Lapang Merdeka

Lanjut Ende, atas nama Panitia pelaksana kegiatan Pramuka Kecamatan Cidolog, menurutnya pembubarkan kegiatan pramuka demi menjaga keselamatan dan kesehatan para siswa.

“Ya intinya kita menghindari korban kesurupan meluas mejadi masaal. Semoga kejadian ini menjadi bahan evaluasi kita semua dan bentuk menjaga hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Pos terkait