LINGKARPENA.ID | Ratusan sopir elf Pajampangan yang menggelar aksi demo di halaman Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi pada Senin (3/2/25). Aksi tersebut sekira pukul 15.45 WIB, nyaris ricuh.
Massa aksi para pengemudi Elf sempat merangsek hendak masuk ke ruangan dimana Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten berada dan tidak mau menemui para demonstran tersebut.
Kondisi itu dipicu tidak adanya kepastian tertulis dari Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi untuk segera bertindak terhadap keberadaan angkutan ilegal yang marak di Kabupaten Sukabumi, khususnya di Pajampangan.
“Para sopir elf itu menuntut pihak Dishub memberikan kepastian tertulis untuk dijadikan pegangan mereka soal kapan dan waktunya melakukan tindakan terhadap angkutan penumpang ilegal,” ujar H. Isep Dadang Sukmana, koordinator aksi demo damai.
Diungkapkan H. Isep Dadang Sukmana, jika pihak Dinas Perhubungan tidak memberikan kepastian dan pernyataan secara tertulis, massa aksi akan melanjutkan aksi demonya di halaman Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi.
“Jika pihak Dinas Perhubungan tidak memberikan pernyataan secara tertulis kami akan melanjutkan demo di Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi hari ini juga,” ujarnya.
Menanggapi hal itu pihak Dinas Perhubungan segera melakukan negosiasi dengan koordinator aksi, H. Isep Dadang Sukmana. Sementara diluar Kantor Dishub, para sopir merangsek memenuhi halaman dengan teriakan tetiakan, mengumpat dengan nada kekecewaan.
“Saya datang jauh jauh dari Jampang asa teu dihargaan. Saya berbuat ini demi masa depan keluarga, demi anak anak saya yang butuh makan. Saya heran kenapa dishub seperti tak menghiraukan nasib kami, ” teriak seorang sopir dengan kencang..
Situasi dapat terkendali saat H. Isep Dadang Sukmana dan Baehaki, pengurus Elf Pajampangan, berusaha menenangkan massa yang tersebut emosi. Mendapat arahan dari koordinator aksi dan Ketua Pengurus Elf Pajampangan itu massa mulai tenang dan segera beranjak dari halaman kantor Dishub.
“Tolong hargai saya… Tolong hargai saya.. saya titip jangan berbuat anarkis. Kalau kalian tetap begini dan tidak menganggap saya.. saya mundur. Sekali lagi kita datang ke sini untuk musyawarah.. ingta jangan anarkis,” tegas H. Isep.

Menjelang pukul 16.15 WIB suasana semakin memanas. Sementara negosiasi terus dilakukan H. Isep Dadang Sukmana dengan Kabid Lalu lintas, Asep Somanteri. Beberapa waktu kemudian datang beberapa anggota dari kepolisian, Kapolsek Cibadak dan Kapolsek Cikembar, serta Ipda Wibowo Kanit Turjawali, hadir mewakili Kasat Lantas Polres Sukabumi.
Hasil kesepakatan dan negosiasi yang dilakukan koordinator aksi dengan pihak Dishub dan Kepolisian, dinyatakan bahwa penertiban akan dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan dan instansi terkait juga polisi serta unsur lainnya.
“Secepatnya satu minggu kedepan akan dilaksanakan penindakan sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku. Hasil audensi ini akan kami sampaikan kepada pimpinan kami termasuk kepada bupati Sukabumi,” kata AKP Idji Djubaedi saat membacakan laporan hasil audensi dihadapan masaa aksi.
Mendapat kepastian tersebut sorak sorai seluruh massa aksi pecah. Mereka nampak sumringah dan segera membubarkan diri.






