LINGKARPENA.ID | Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), drh. Slamet, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya sahabat dekatnya, Ir. Arief Mahmud, M.Si., yang menjabat sebagai Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BB TNGGP).
Ungkapan duka tersebut disampaikan drh. Slamet melalui akun Facebook pribadinya. Dalam unggahan itu, ia mengenang almarhum sebagai sosok sahabat seperjuangan yang memiliki komitmen kuat dalam upaya konservasi alam dan pelestarian lingkungan hidup.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Ir. Arief Mahmud, M.Si. Almarhum adalah sahabat saya dalam ikhtiar dan semangat konservasi alam,” tulis drh. Slamet dalam pernyataannya.
Menurutnya, almarhum bukan hanya rekan kerja, tetapi juga sahabat yang memiliki kesamaan visi dalam menjaga dan merawat alam sebagai amanah dari Allah SWT demi keberlanjutan generasi mendatang.
“Bersama beliau, kami berbagi kepedulian dan komitmen menjaga amanah Allah berupa alam dan lingkungan, demi keberlanjutan kehidupan generasi mendatang,” ungkapnya.
drh. Slamet juga mengungkapkan bahwa pekan lalu almarhum Ir. Arief Mahmud baru saja mendapatkan amanah baru dengan pindah tugas ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat. Bahkan, almarhum dijadwalkan akan melaksanakan serah terima jabatan dengan Kepala Balai BB TNGGP yang baru pada 28 Desember mendatang.
“Namun qadarullah, rencana itu tak sempat terwujud. Sepertinya Allah SWT lebih menyayangi almarhum dan memanggil beliau terlebih dahulu,” tutur drh. Slamet.
Atas kepergian almarhum, drh. Slamet mendoakan agar segala amal kebaikan semasa hidupnya diterima dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semoga Allah Azza wa Jalla menganugerahkan husnul khatimah, menerima seluruh amal kebaikannya, mengampuni segala kekhilafannya, serta menempatkan beliau di surga Jannatun Na’im,” doanya.
Ia juga menyampaikan doa dan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah tersebut.
“Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah memberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan iman,” pungkasnya.






