Bangunan Fasilitas di Minajaya Menuai Polemik

LINGKARPENA.ID | Bangunan sarana penunjang wisata di Pantai Minajaya Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi menuai kritikan warga. Mulai dari kualitas sampai ulah para pekerjanya bermasalah.

Diketahui, pembangunan sarana wisata di Pantai Minajaya mengunakan Dana Alokasi Khusus ( DAK ) sebesar Rp 4 milyar lebih. Berdasarkan papan informasi pelaksanaan pembangunan mulai dari 20 Agustus 2023 sampai November 2023.

Fasilitas yang dibangun antara lain, gedung TIC, kios, mushola, plaza amphitheatre, panggung kesenian, menara pandang, toilet, dan lahan parkir.

Baca juga:  Stafsus Presiden: Apresiasi Kapolri Beri Peluang Difabel Jadi Polisi

Subkor Sarpras Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi ketika itu, Rahman Syah Akbar menjelaskan kepada awak media, pengerjaan pembangunan fasilitas wisata Minajaya sudah selesai. Saat ini tinggal pemeliharaan selama enam bulan.

Disayangkan pembangunan dengan anggaran fantastis itu hingga sekarang menuai sorotan warga. Pasalnya dibeberapa titik terdapat kerusakan. Dibagian halaman gedung sekaligus sebagai lahan parkir, terjadi retakan dan amblas bekas roda kendaraan.

Pada bagian belakang gedung kesenian terdapat retakan pada dinding tanggul, bahkan sebagian terjadi longsoran. Terus Lantai gedung tersebut, pada bagian belakang dipenuhi lumpur. Belum lagi jika hujan turun air bercampur lumpur masuk ke ruangan tunggu pada gedung tersebut.

Baca juga:  Tim SAR Gabungan Kembali Melakukan Pencarian Korban Laka Laut Pantai Minajaya

Hasil penelusuran Lingkar pena pada Selasa ( 3/4/2024 ), pada bangunan menara pandang terdapat instalasi listrik yang terkesan asal asalan.

Kondisi itu seolah pembangunan tidak terencana dengan matang. Karenanya kondisi dan kualitas hasil pembangunan kini menuai sorotan publik.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Jujun Junaeni yang dihubungi Lingkar pena menuturkan, pihaknya sudah memerintahkan pihak pelaksana yakni PT Demix untuk melakukan perbaikan karena masih salam tanggungjawab yang bersangkutan.

Baca juga:  Hendak Menangkap Lobster, Nelayan di Surade Hilang Digulung Ombak Pantai Minajaya
Genangan air dalam bangunan.| ist

Lebih lanjut katanya, apabila pihak yang bersangkutan ( PT. Demix ) tidak kooperatif langkah selanjutnya akan menyampaikannya ke inspektorat untuk di blacklist.

“Insyaallah akan diadakan pemeliharaan baik oleh penyedia maupun oleh kami,” pungkasnya.

Pos terkait