LINGKARPENA.ID | Jembatan gantung penghubung dua desa dan dua kecamatan, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran dengan Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon, rusak parah tergerus banjir pada 4 Desember 2024.
Jembatan yang terletak di Kampung Cibungur RT 4/08, Desa Mekarmukti itu merupakan akses vital bagi warga di dua desa. Selain sebagai akses anak anak sekolah juga menjadi akses bagi warga petani.
Kepala Dusun (Kadus) Cibungur, Dedi, mengungkapkan, selain sering digunakan pelajar menuju ke sekolah juga menjadi akses terdekat menuju rumah sakit Jampangkulon.
“Kami berharap pemerintah dapat segera membangun kembali jembatan tersebut. Jembatan itu penting sekali bagi warga Kampung Cibungur, terutama bagi warga yang mau ke rumah sakit Jampangkulon,” ujar Dedi.
Camat Waluran, Supendi, mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, di Kecamatan Waluran ada tiga jembangan yang rusak terdampak bencana banjir yakni jembatan di Desa Caringinnunggal penghubung Desa Sirnasari Kecamatan Surade dengan Desa Caringinnunggal Kecamatan Waluran. Jembatan Cikeuyep Desa Waluran dan jembatan Cibungur, Desa Mekarmukti.
“Dari ketiga jembatan yang rusak jembatan yang ada di Desa Caringinnunggal dan jembatan Cibungur di Desa Mekarmukti yang perlu diperioritaskan untuk segera dibangun, mengingat keduanya merupakan akses jalan vital bagi masyarakatnya,” ujar Pendi.
Selain itu, kata Pendi, akibat bencana yang menerjang Kecamatan Waluran sedikitnya 34 hektar sawah pertanian warga Desa Mekarmukti mengalami gagal panen. Selain lahan pertanian ada puluhan rumah warga yang mengalami kerusakan.
“Ada satu jembatan yang baru saja diresmikan juga turut rusak tergerus banjir. Jembatan itu terletak di Desa Caringinnunggal. Jembatan tersebut penghubung Kecamatan Waluran dengan Kecamatan Jampangkulon,” pungkas Pendi.






