Bencana Cisarua BB: Polres Sukabumi Gelar Shalat Ghaib Doakan Anggota Polri yang Gugur

LINGKARPENA.ID | Suasana khidmat menyelimuti Masjid Adh-Durachman Polres Sukabumi, Rabu (28/01/2026), saat jajaran kepolisian menggelar Shalat Ghaib dan doa bersama. Ibadah tersebut dipersembahkan untuk dua anggota Polri yang gugur dalam tugas, Ipda Anumerta Hendra Kurniawan dan Aiptu Anumerta M. Jerry Sonconery, sekaligus mendoakan masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

 

Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.H., dan diikuti oleh para pejabat utama, perwira, bintara, ASN Polri, serta jamaah masjid.

Baca juga:  Angin Kencang, Rusak Rumah dan Pohon Tumbang di Wilayah Pajampangan

 

Dalam keterangannya, Kapolres menegaskan bahwa pelaksanaan shalat ghaib merupakan wujud solidaritas dan empati mendalam dari keluarga besar Polres Sukabumi.

 

“Ini adalah bentuk penghormatan kami kepada dua anggota Polri yang telah mengorbankan jiwa raga dalam pengabdian. Kami berdoa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” ujar AKBP Dr. Samian.

 

Tak hanya itu, doa bersama juga dipanjatkan bagi para korban bencana alam yang melanda Cisarua. Kapolres berharap masyarakat yang terdampak diberi ketabahan serta segera memperoleh pemulihan.

Baca juga:  Sepanjang 40 Meter Jalan Kabupaten di Kawasan Warungkiara Amblas

 

“Kami turut mendoakan saudara-saudara kita yang sedang diuji musibah. Semoga Allah SWT memberikan keselamatan, kesabaran, dan pertolongan secepatnya,” tambahnya.

 

Sementara itu, Ust Damiri yang bertindak sebagai imam shalat ghaib menyampaikan tausiah tentang nilai keikhlasan dan pengabdian tanpa pamrih. Ia menyebut gugurnya anggota Polri dalam tugas sebagai bentuk pengorbanan mulia.

Baca juga:  Banjir dan Angin Kencang Landa Sejumlah Wilayah Sukabumi, Puluhan Keluarga Mengungsi

 

“Pengabdian yang dilakukan dengan keikhlasan insya Allah berbuah husnul khatimah. Tugas kita yang ditinggalkan adalah memperbanyak doa dan meneladani semangat pengorbanan mereka,” tutur Ust Damiri.

 

Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk terus mendoakan para korban bencana alam agar mampu melewati ujian dengan penuh kesabaran.

 

“Musibah adalah bagian dari ujian kehidupan. Mari kita doakan agar para korban diberi keteguhan hati dan segera mendapatkan jalan keluar,” pungkasnya.

Pos terkait