Berburu Terubuk Akibat Bosan Makan Daging Sepekan Setelah Lebaran Salah Satu Kebiasaan Orang Jampang   

LINGKARPENA.ID | Hampir sepekan hari raya idul fitri 1446 H, kebanyakan masyarakat menyajikan hidangan lauk nasi serba daging namun secara tidak disadari ada timbul rasa bosan hingga mencari pelarian alternatif untuk lauk nasi.

Orang Jampang Pegunungan memiliki satu kebiasaan, mungkin juga ada kesamaan di beberapa Daerah di Jawa Barat. Terubuk yang disebut dalam bahasa Indonesia tebu telur salah satu pelarian dan alternatif sebagai hidangan lauk nasi setelah merasa bosan.

Baca juga:  Sambut Idul Fitri "Korek Mas" Gelar Dulag dan Bedil Lodong di Malam Lebaran

Risnawati (33) Tahun warga Kampung Cipangasih Desa, Kecamatan Cidolog Kabupaten Sukabumi mengatakan, memang betul terubuk jadi alternatif sebagai hidangan lauk nasi kami selaku orang Jampang Pegunungan setelah bosan rata sepekan setelah lebaran suka beralih haluan ke terubuk,” tuturnya.

Terubuk merupakan salah satu tanaman yang pohon nya mirip tebu, akan tetapi terubuk bukan pohonnya yang bisa dimakan tetapi ujung atas pohon muda yang dilapisi beberapa helai daun keberadaan nya ada pada tengah-tengah  bisa juga disebut humut,” ungkapnya.

Baca juga:  Akses Jalan Cikuda Tegalbuleud Bak Kubangan Kerbau, Masyarakat Minta Diperhatikan

Cara masak terubuk bisa juga dihaluskan empat biji dan dicampur dua butir telur ayam lalu dikocok hingga merata ditambah irisan bawang merah, kemiri daun bawang dan penyedap rasa lalu digoreng hingga kekuning-kuningan. Bisa juga disayur bening dan lodeh bisa juga dengan cara dipepes dicampur dengan daun bawang, bawang merah, kemiri, cabe dan kemanggi,” tuturnya.

Baca juga:  Foto Kebakaran di Pertigaan Waluran Viral, Aparat Pastikan Hoaks: Kebakaran Terjadi di Kampung Giriasih  

Terubuk nemiliki has rasa tersendiri tidak dimiliki tumbuhan lain, untuk meyakinkan silahkan untuk mencoba. Untuk mendapatkan nya di Wilayah Kabupaten Sukabumi paling banyak Sagaranten, Arah Jalan Palabuhanratu Batargadung dan sekitarnya harga biasanya 10 ribu sampai 15 ribu per ikat,” pungkasnya.

 

Pos terkait