LINGKARPENA.ID | Upaya pencarian terhadap Fadlan Alfharizi (5), bocah asal Kampung Babakan Gobang, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, masih terus dilakukan setelah korban dilaporkan hilang pada Jumat (3/7/2026). Hingga operasi pencarian dihentikan sementara menjelang malam, korban belum berhasil ditemukan.
Peristiwa tersebut bermula ketika Fadlan diketahui bermain di sekitar bantaran Sungai Cicatih bersama dua orang temannya usai Salat Jumat. Beberapa saat kemudian, anak tersebut tidak lagi terlihat sehingga keluarga dan warga sekitar berupaya mencarinya.
Laporan kehilangan itu dengan cepat menyebar dan mengundang perhatian warga. Mereka bersama aparat desa langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi sebelum akhirnya personel gabungan dari BPBD Kabupaten Sukabumi, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), TNI, Polri, Damkar, relawan, serta masyarakat bergabung dalam operasi pencarian.
Petugas P2BK Kecamatan Ciambar, Dedi, menegaskan bahwa hingga kini belum ada bukti yang memastikan korban hanyut terbawa arus Sungai Cicatih. Menurutnya, proses pencarian tetap dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan.
“Belum bisa dipastikan korban hanyut karena tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian itu. Tim gabungan tetap melakukan pencarian di sekitar sungai dan area sekitarnya untuk memastikan seluruh kemungkinan,” ujar Dedi kepada lingkarpena. id, Sabtu ( 4/7/2026 ).
Penyisiran difokuskan di sepanjang aliran Sungai Cicatih yang melintasi wilayah perbatasan Kecamatan Ciambar dan Kecamatan Parungkuda. Namun hingga sore hari, keberadaan bocah tersebut masih belum diketahui.
Salah seorang warga mengatakan, sebelum menghilang korban hanya terlihat bermain bersama teman-temannya dan tidak sedang melakukan aktivitas di dalam sungai.
“Setahu kami anak itu hanya bermain di pinggir sungai bersama dua temannya, bukan sedang mandi atau berenang. Saat dicari, keberadaannya sudah tidak diketahui sehingga warga langsung ikut membantu pencarian,” ungkapnya.
Karena kondisi mulai gelap dan jarak pandang terbatas, tim gabungan memutuskan menghentikan sementara operasi pencarian. Penyisiran akan kembali dilanjutkan pada Sabtu (4/7/2026) dengan harapan korban segera ditemukan.
Pihak keluarga bersama warga masih menunggu hasil pencarian sambil berharap Fadlan dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.






