LINGKARPENA.ID | Suasana khidmat menyelimuti Perumahan Mangkalaya Residence saat kegiatan MHQ Jannatul Firdausi ke-8 resmi ditutup oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar, pada Minggu, 1 Maret 2026. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi itu disambut hangat oleh warga yang memadati lokasi acara.
Perwakilan warga, H. Uka, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap infrastruktur di lingkungan mereka. Ia mengungkapkan bahwa perbaikan jalan di dalam maupun sekitar kawasan perumahan telah memberikan dampak nyata bagi aktivitas masyarakat.
“Kami merasakan langsung manfaat pembangunan yang dilakukan. Akses jalan semakin baik dan sangat membantu mobilitas warga, meskipun masih ada yang perlu disempurnakan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, warga juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program pembangunan daerah. Dukungan itu diarahkan pada terwujudnya visi Kabupaten Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah (Mubarakah).
Sementara itu, Bupati Asep Japar menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan masyarakat selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Andreas. Ia mengakui perjalanan satu tahun kepemimpinan masih menyisakan berbagai kekurangan.
“Kami menyadari masih banyak yang harus dibenahi. Namun dengan doa dan kebersamaan masyarakat, kami optimistis dapat membawa Kabupaten Sukabumi menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Lebih jauh, Bupati mengapresiasi pelaksanaan Musabaqah Hifdzil Quran, Musabaqah Syarhil Quran, serta lomba story telling yang diikuti ratusan peserta. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah pembinaan karakter dan penguatan nilai keislaman generasi muda.
Ia menegaskan, syiar Alquran harus terus digaungkan dan ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebatas hafalan. “Anak-anak kita tidak cukup hanya mampu menghafal, tetapi juga harus menjadikan Alquran sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak,” tegasnya.
Penutupan MHQ Jannatul Firdausi VIII pun dinilai sebagai bukti nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun fondasi spiritual daerah. Bupati berharap, semangat yang terbangun dari kegiatan tersebut terus berlanjut dan menjadi energi kolektif dalam mencetak generasi Qurani yang berakhlak dan berdaya saing.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai awal tanggung jawab bersama untuk menjaga nilai-nilai Alquran dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” pungkasnya.






