Ustadz Ude, Ketua Sapu Jagat Pas Vgo Cabang Baros saat memberikan tausiah, Kamis (11/11) malam Jumat. [Foto: Aris Wanto]

Maulid Nabi di Poskab Sapu Jagat Cabang Baros, Mengenal Dzikir dan Tariqat

KOTA SUKABUMI RELIGI

Lingkarpena.id, KOTA SUKABUMI – Poskab Sapu Jagat Pas Vgo Cabang Baros Kota Sukabumi peringati Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara Maulid digelar di Kampung Pasir Pogor, Kelurahan Sudajaya Hilir, Kamis (11/11) malam Jumat.

Gelaran Maulid Nabi diisi dengan doa bersama dan tausiah keagamaan sebagai bentuk rasa syukur pada kecintaan terhadap Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Selain jemaah perguruan Sapu Jagat, Maulid juga dihadiri warga masyarakat sekitar.

Guru Cabang Sapu Jagat Pas Vgo Ustadz Ude mengatakan, beliau meminta maaf pada Guru Pusat, cabang ikwan dan simpatisan tidak turut serta karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Sukabumi yang kini naik level 3. Hal itu guna menghindari terjadinya kerumunan.

Baca juga:  DKM Masjid Al-Barokah Gandeng Puskesmas Gelar Vaksinasi, Ini Kata Ketua Formaci

“Dalam Maulid Nabi ini, saya berharap semua mendapatkan syafaat dari Rosulullah Muhammad SAW di yaumil akhir nanti. Untuk itu, harapan saya semoga semua tetap menjalin silaturahmi, solid dan terus sinergi dengan siapa pun tidak menilai suku, golongan, agama dan kedudukan. Harus bisa merangkul di jalan kebaikan,” ucapnya.

Lanjut Ustadz Ude menjelaskan, Tariqat anfasiah ialah tariqat yang mengajarkan dzikir melalui jalan nafas. Tariqat mula-mula di sebarkan oleh salah satu Waliyullah yang ada di pulau jawa ini. Beliau dikenal dengan nama wali songo. Jadi diantara wali yang menyebarkan tariqat ini ialah Sunan Kali Jaga atau sebutan lain Raden Said.

Baca juga:  Pedagang Kawasan Pedestrian Dago Lakukan Swab Test Massal Pasca Ditemukannya 2 Orang Positif Covid-19

Dzikir nafas merupakan dzikir tingkat tinggi dimana para penerima dzikir ini akan dibawa kepada pengenalan “diri yang sejati” sehingga ia lebih dekat dengan dirinya yang haq. Disamping itu dzikir napas ini akan membawa seseorang kepada maqam keabadian dalam berdzikir, karena selama napas itu masih dikandung badan selama itu pula nafas ini tidak akan berhenti menyebut Allah.

“Nafas tidak mengenal cela, salah, tidak di gunjing, di fitnah, bahkan tidak pernah mencuri, merampok, membunuh dan lain-lain. Nah inilah dari pada sifat-sifat yang mazmumah. Oleh karena itu nafas dapat dikatakan makhluk yang kudus (suci),” terang Ustadz.

Baca juga:  Zainal Abidin, Lepas Kendaraan Gerai Vaksinasi Keliling Pertama

Dikatakan Ustadz Ude, dzikir tariqat anfasiyah tidak di amalkan seperti kita mengamalkan dzikir pada tariqat qadiriyah dan naqsyabandiyah. Dzikir ini cukup di gerakkan atau di fungsikan melalui jalan bai’at kepada guru yang memiliki ijazah dari seorang mursyid yang sudah di akui kebenarannya.

“Nah, apabila nafas sudah berfungsi maka ia tidak akan berhenti menyebut Allah SWT dalam dirinya sendiri. Mengingat Allah dalam dirinya sendiri dan nafas ini tidak mengenal lupa sekalipun seseorang itu dalam keadaan tidur. Bahkan dalam keadaan sakratul maut nafas itu tidak pernah lengah dalam mengingat Allah SWT,” terangnya.

 

Reporter: Aris Wanto
Redaktur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan