LINGKARPENA.ID – Dibalik terjadinya kecelakan bocah laki-laki yang tengelam di sungai Cipelang, Warung Kalapa, tersimpan cerita mistis. Konon disekitar Jembatan penghubung Kecamatan Lembursitu dan Gunungguruh itu sering tetjadi penampakan aneh yang berwujud ular berkepala manusia.
“Ya saya sering dengar cerita orangtua dulu dilokasi kemarin bocah tenggelam sering terjadi hal-hal yang bersifat mistis. Contoh penampakan Ular berkepala Manusia,” ucapa Juan ketua Rt 01/01 Warung Kalapa, Kelurahan Lembursitu, saat ditemui Lingkarpena.id pasca terjadi korban belum lama ini.
Juan menuturkan, kemarin sebelum tim SAR datang untuk pertolongan pertama, ia hendak melakukan penyelaman, namun niatnya itu diurungkan. Pertama hal itu mengingat arus dalam air sangat kencang dan ada hal yang tidak masuk di akal sehat manusia biasa.
Setelah tim SAR datang dengan penanganan penyelamatan korban dilakukan dengan mengunakan peralatan yang memadai, akhirnya korban bisa dibawa kepermukaan air.
Menurut Juan, dengan rasa penasarannya ia sempat bertanya kepada anak-anak korban yang selamat. Kata Juan, kebetulan ada warga setempat, dengan pertanyaan “kok bisa kalian pada berenang?”.
“Anak-anak menjawab, begini ceritanya pak RT! Saat itu kami semua melihat ‘dua ekor ikan mas merah‘ lalu tertarik untuk menangkapnya. Kami yang selamat ini tidak meneruskan pengejaran ikan. Ada yang aneh Pak. Kami melihat kemunculan pusaran air yang memutar jadi kami takut,” terang anak-anak itu, kata Juan.
Tidak sampai disitu, Juan menanayakan hal itu untuk mencocokan cerita sesepuh dulu yang sering mengigatkan keberadaan lokasi tersebut. Katanya pasti berawal dengan adanya kemunculan ikan Mas merah dulu.
“Ya dulu juga ada cerita yang disamapikan pada saya. Ada pasangan suami istri yang alami kematian ganjil setelah mengambil ikan Mas merah dari lokasi Sungai itu,” terang Juan.
“Ya ceritanya sangat tidak masuk di akal sehat. Saat itu suaminya lagi bermain disekitaran sungai, tiba – tiba melihat ikan mas merah. Kemudian dia ikuti ikan tersebut hingga mendapatkan nya. Lanjut cerita si suami ini denagan senang hati pada keluarganya untuk memasak ikan itu,” kata Juan.
“Nah pada akhirnya, sang istri memasaknya untuk lauk nasi. Namun jelang magrib salah satu tokoh kasepuhan setempat menanyakan, Itu ikan dikemanakan? Ah pak sudah di makan kata pasangan suami istri tersebut. Lalu sang Kasepuhan berkata, eh kamu jangan keluar magrib takut dipatuk ular! Hingga ada kabar orang tersebut meninggal dunia karena dipatuk Ular,” tutur cerita yang disampaikan Juan.
Juan juga menegaskan, cerita ini jangan dijadikan sebuah patokan, cuma sebatas sugesti saja. Karena menurutnya jangan sampai ada kesesatan. Menurutnya kematian, jodoh, rejeki dan celaka, semua sudah ditentukang sang pencipta Alam dan Manusia yaitu Allah Swt.
“Semoga cerita ini menjadi pedoman dalam kehidupan kita masing-masing. Intinya kehidupan itu sudah ada patokannya yang tidak diketahui manusia. Banyaklah beribadah dan berdoa agar kita dijauhkan dari kesesatan,”pungkasnya.






