LINGKARPENA.ID | Hujan berintensitas tinggi yang disertai hembusan angin kencang melanda Kota Sukabumi pada Sabtu (24/1) dan memicu berbagai gangguan lingkungan di sejumlah kawasan permukiman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat sedikitnya 19 lokasi terdampak akibat peristiwa tersebut.
Mayoritas kejadian berupa pohon tumbang yang sempat menghambat arus lalu lintas dan berpotensi membahayakan warga. Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, menyebut sebaran kejadian meliputi beberapa kelurahan di wilayah perkotaan.
“Gangguan paling banyak berupa pohon tumbang. Lokasinya tersebar di Situmekar, Nyomplon, Dayeuhluhur, Sudajaya Hilir, Sindangsari, Karangtengah, hingga Gedongpanjang. Seluruh titik sudah ditangani secara sementara,” kata Yoseph, Minggu (25/1).
Tak hanya itu, terpaan angin juga mengakibatkan kerusakan pada bangunan milik warga. Sejumlah rumah dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap, bahkan satu unit rumah di Kelurahan Cisarua roboh akibat cuaca ekstrem. Sementara di Jalan Abdul Azis RW 09, Kelurahan Karangtengah, terjadi longsor di kawasan Dapuran Bambu.
BPBD bersama unsur terkait bergerak cepat melakukan assessment serta penanganan darurat guna mencegah risiko lanjutan. Menurut Yoseph, meskipun sebagian besar kejadian sudah tertangani, potensi cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai.
“Kami tetap meningkatkan kesiapsiagaan karena kondisi cuaca belum sepenuhnya stabil,” ujarnya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, khususnya warga yang bermukim di daerah rawan longsor, pohon tumbang, serta rumah dengan struktur bangunan yang rentan. Layanan kebencanaan dipastikan tetap siaga selama 24 jam.
Warga yang mengalami atau menyaksikan kejadian darurat dapat melapor langsung ke BPBD Kota Sukabumi di Jalan Letda T. Asmita, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, atau melalui nomor layanan resmi BPBD. “Kami berkomitmen memberikan respons cepat demi menjaga keselamatan masyarakat,” pungkas Yoseph.






