Cuaca Ekstrim, Tiga Unit Rumah Warga Jambenenggang Sukabumi Terancam Longsor

Sinergitas Polsek Kebonpedes, TNI, P2BK dan unsur lainnya di lokasi bencana longsor yang mengancam tiga ruma warga di Kecamatan Kebonpedes setelah diguyur hujan deras pada Kamis 17 November 2022.| Foto: Istimewa

LINGKARPENDA.ID I Cuaca ekstrim yang melanda wilayah Sukabumi dan sekitarnya, kembali mengakibatkan peristiwa bencana tanah longsor. Kali ini, tiga rumah warga di Kampung Bojonggaling, RT 01/01, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi terancam bencana longsor, Kamis (17/11/2022).

Kapolsek Kebonpedes, Polres Sukabumi Kota, IPTU Tommy Ganhany Jaya Sakti mengatakan, bencana tanah longsor yang terjadi sekira pukul 04.30 WIB ini, terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi.

Baca juga:  Sekar Budaya HJKS ke-156 Angkat Filosofi Empat Penjuru Mata Air

“Akibat peristiwa bencana longsor ini, rumah mililk Pak Satibi berusia (51) mengalami kerusakan pada bagian pekarangan rumahnya. Rumah itu terbawa longsor sepanjang 10 meter dengan ketinggian 3 meter,” kata Tommy dalam keterangannya kepada LINGKARPENA.ID Kamis sore.

Tak hanya itu, menurut dia ada rua rumah warga lainnya juga turut terancam longsor. Kedua rumah tersebut merupakan rumah milik Ruslan Hermawan (40) dan rumah milik Samas (62).

Baca juga:  Kecamatan Pabuaran Sebagai Salah Satu Kunci 'Kotak Pandora' Wisata Kabupaten Sukabumi

“Selain merusak dan mengancam rumah penduduk, longsor ini juga merusak saluran selokan air tertutup dan tersumbat akibat tertimpa material longsoran,” bebernya.

Setelah mendapatkan informasi bencana Kapolsek bersama jajarannya segera melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kecamatan Kebonpedes, serta unsur muspika lainnya mendatangi lokasi bencana. Pihaknya juga melakukan kordinasi dengan pihak desa untuk mengajukan bantuan ke instansi terkait.

“Saat tiba di lokasi, kita juga melakukan antisipasi timbulnya longsor susulan untuk menghindari terjadinya kecelakaan terhadap pejalan kaki,” jelasnya.

Baca juga:  Dua Wisatawan Asal Bekasi Korban Laka Laut Ujunggenteng, 1 Meninggal Dunia Satu Hilang

Tommy menegaskan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka akibat bencana tanah longsor itu. Hanya saja, berdasarkan asessment di lapangan, bencana alam ini telah menelan kerugian materil ditaksir mencapai 30 juta.

“Kami bersama petugas gabungan masih melakukan evakuasi secara gotong-royong dilokasi bencana. Membersihkan material longsor yang menutup saluran air,” pungkasnya.

Pos terkait