Dari Hobi Jadi Sumber Rezeki, Syarif Sukses Produksi Pot Bonsai Kualitas Ekspor

LINGKARPENA.ID | Bermula dari hobi, Syarif (32), warga Kampung Cijemlong, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, kini sukses menekuni usaha pembuatan pot khusus tanaman bonsai. Kegigihannya mengubah kesenangan menjadi peluang ekonomi membuatnya mampu memenuhi kebutuhan keluarga setiap bulan.

 

Di halaman rumah sederhana miliknya, deretan pot berbagai ukuran tampak berjajar rapi. Ada yang sudah siap dipasarkan, ada pula yang masih dalam tahap pengerjaan. Syarif tampak tekun mengolah semen, memotong kawat, dan membentuk aneka model pot yang unik. “Setiap hari begini, bikin pot sesuai pesanan,” ujarnya sambil tersenyum.

 

Usaha kreatif yang kini menjadi mata pencahariannya itu berawal dari eksperimen kecil. Delapan tahun lalu, ketika sedang gemar merawat bonsai, ia iseng membuat pot sendiri. “Awalnya cuma coba-coba. Nggak nyangka bisa jadi penghasilan tetap. Dulu kerja nggak tentu arah, sekarang alhamdulillah ada hasil dari sini,” kenangnya.

Baca juga:  Pasokan Daging dan Kentang di Pasar Palabuhanratu Meningkat

 

Karya Syarif tak butuh waktu lama untuk menarik perhatian. Pot buatannya yang unik dan kokoh mulai diminati warga sekitar. Dari hanya membuat untuk keperluan pribadi, pesanan mulai berdatangan dari tetangga, hingga akhirnya berkembang ke luar daerah. “Karena banyak yang suka, ya saya teruskan sampai sekarang,” tuturnya.

 

Untuk menjaga kepercayaan pelanggan, Syarif terus berinovasi menghadirkan desain-desain baru. Ia tidak hanya fokus pada bentuk yang indah, tetapi juga kualitas bahan dan kekuatan struktur pot. Setiap produknya dibuat dengan bahan pilihan, mulai dari semen berkualitas hingga kawat penguat yang disesuaikan ukurannya.

Baca juga:  Polsek Kebonpedes Cek Harga Migor di Mini Market

 

Proses pembuatan pot dimulai dari pembentukan rangka kawat sebagai tulangan utama agar tidak mudah retak. Setelah itu, adonan semen dan pasir dituangkan dan dibentuk mengikuti cetakan yang diinginkan. “Yang penting bahan bagus, biar kuat dan tahan lama. Setiap ukuran juga ada perhitungan kawatnya,” terang Syarif.

 

Kini, hasil karya Syarif telah menembus pasar di beberapa kota besar seperti Bandung, Yogyakarta, hingga Bali. Pot bonsai produksinya dibanderol dengan harga bervariasi, tergantung bahan, ukuran, dan tingkat kesulitan desain. Permintaan pun terus meningkat dari waktu ke waktu.

Baca juga:  Bupati Marwan Buka Program UMKM Naik Kelas

 

Meski demikian, Syarif mengakui masih menghadapi kendala dalam pengembangan usaha, terutama soal permodalan. “Kalau pesanan sedang banyak, saya ajak pemuda sekitar ikut bantu. Tapi kadang terkendala modal untuk bahan baku,” ungkapnya.

 

Syarif berharap ada dukungan dari pemerintah daerah atau pihak terkait agar usahanya bisa semakin berkembang.

Pos terkait