Di Balik Perang Sarung Tengah Malam Surade: 25 Remaja Dibina, Orang Tua Dilibatkan

LINGKARPENA.ID | Malam baru saja melewati pukul 00.30 WIB ketika suara riuh memecah suasana di Kampung Cibitung, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Jumat (20/2/2026). Di depan gerbang SMPN 1 Cibitung, sekelompok remaja terlibat perang sarung—tradisi yang semestinya menjadi permainan, namun kerap berubah menjadi aksi yang membahayakan.

 

Warga yang merasa terganggu segera melaporkan kejadian tersebut. Tak butuh waktu lama, jajaran Polsek Surade tiba di lokasi. Di bawah komando IPTU Ade Hendra, S.Pd., situasi yang sempat memanas berhasil dikendalikan. Sebanyak 25 remaja diamankan dan dibawa ke Mapolsek untuk didata serta diberikan pembinaan.

Baca juga:  Aksi Perang Sarung Sukabumi Memakan Korban, FP Terkena Sabetan Golok

 

Bagi sebagian anak muda, perang sarung mungkin hanya dianggap selingan atau ajang unjuk keberanian. Namun bagi warga sekitar, aktivitas itu menghadirkan kekhawatiran—terutama ketika dilakukan larut malam dan berpotensi memicu tawuran yang lebih besar.

 

Kapolsek Surade IPTU Ade Hendra menegaskan, langkah yang diambil pihaknya bukan semata penindakan, melainkan upaya menyelamatkan generasi muda dari dampak yang lebih buruk.

Baca juga:  Pergerakan Tanah di Cibatu Cikembar, Dua Rumah

 

“Kami tidak ingin anak-anak ini terjerumus lebih jauh. Karena itu, kami amankan dan berikan pembinaan. Mereka juga membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya,” ujar IPTU Ade Hendra.

 

Di ruang Mapolsek yang sederhana, satu per satu remaja tersebut dipanggil. Orang tua dan wali mereka turut dihadirkan. Ada wajah cemas, ada pula yang menunduk menahan malu. Malam itu menjadi pengingat bahwa pengawasan dan komunikasi dalam keluarga memegang peranan penting.

 

“Kami titip pesan kepada para orang tua agar lebih memperhatikan dan mengarahkan anak-anaknya ke kegiatan yang positif. Peran keluarga sangat menentukan masa depan mereka,” tambahnya.

Baca juga:  Truk Tanki Air Hantam Rumah dan Mobil Pick Up di Cisolok, Ini Kronologisnya!

 

Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban maupun kerusakan fasilitas umum. Situasi di Surade kembali kondusif menjelang dini hari.

 

Perang sarung mungkin kerap muncul sebagai fenomena musiman. Namun di Surade, malam itu menjadi pelajaran bersama—bahwa kebersamaan antara masyarakat, keluarga, dan aparat menjadi kunci menjaga ketertiban serta melindungi generasi muda dari langkah yang keliru.

Pos terkait