Foto Ilustrasi gantung diri. [Sumber: merdeka.com]

Diduga Frustasi Kepergok ‘Gituan’ Remaja di Simpenan Ditemukan Gantung Diri Esok Harinya

KABUPATEN SUKABUMI PERISTIWA

Lingkarpena.id, SUKABUMI – Seorang remaja putri di Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi ditemukan gantung diri pada Senin 27 September 2021 pagi.

Remaja malang tersebut pertama kali diketahui oleh saudara Tuti Minata, yang merupakan nenek korban, saat ia hendak membeli gorengan sekitar pukul 07:00 WIB pagi tadi.

Korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon jambu dengan menggunakan kain sarung warna cokelat yang diikatkan kepada lehernya.

Pohon jambu yang dipakai tempat mengakhiri remaja putri tersebut, tidak jauh dari tempat tinggal dimana korban berada selama ini.

Baca juga:
Geger, Pria Ditemukan Gantung Diri di Nyalindung Sukabumi

Ketinggian pohon yang digunakan remaja putri saat mengakhiri hidupnya itu kurang lebih memiliki ketinggian 7 meter dari tanah.

Baca juga:  Istri Kapolda Jabar: Sebrangi Sungai Sambangi Pulau Terpencil di Sukabumi, Ini Tujuannya!

“Pada saat itu sekira pukul 07:00 WIB pagi, saya keluar rumah rencana mau membeli gorengan. Saya melihat ada orang menggelantung di pohon jambu. Setelah didekati dan dipastikan ternyata dia cucu saya,” jelas keterangan Tuti.

Kemudian Tuti, berteriak histeris dan meminta tolong bantuan warga sekitar. Setelah itu dibantu warga memberitahukan kejadian tersebut kepada pihak berwajib melalui pemerintah setempat.

Tuti menceritakan kronologi sebelum terjadinya insiden pahit itu. Pada hari sebelumnya Minggu (26/9) sekitar pukul 20:00 WIB malam Minggu, korban tepergok sedang bersama laki-laki di dalam kamarnya.

Baca juga:  Kuswanda Secara Aklamasi Menjadi Ketua Karang Taruna Kecamatan Tegalbuleud 

“Korban ditegur pihak keluarga karena perbuatannya itu. Tidak baik berduaan bersama laki-laki di dalam kamar. Dan laki-laki itupun belum dikenal pihak keluarga,” terang Tuti.

Baca juga:
Sang Istri Ditemukan Suami Sudah Gantung Diri di Sukabumi

Tidak berselang lama pada malam itu juga sekitar pukul 21:00 WIB, korban turut keluar rumah namun tidak diperhatikan kemana ia pergi. Pihak keluarga sempat mencarinya namun tidak ditemukan hingga esok paginya terjadi peristiwa buruk ini.

Baca juga:  Sering Down, Pemdes Cibadak Minta Penambahan Tiang Listrik

Sementara Kapolsek Simpenan IPTU Dadi membenarkan adanya kejadian tersebut. Korban merupakan SL (16) warga Simpenan yang sehari-hari nya tinggal di rumah Tuti.

“Kedua orang tua korban sudah bercerai lama, Ibunya menjadi TKW di Abu Dhabi. Jadi SL ini ikut sama Bibinya,” terang Kapolsek Simpenan.

Menurut Dadi, pada tubuh korban tidak di dapati bekas kekerasan atau benda tumpul atau luka lainnya. Hanya didapati luka lecet pada leher korban akibat ikatan kain yang dipakai untuk mengakhiri hidupnya itu.

 

 

Redaksi: lingkarpena.id
Redaktur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan