LINGKARPENA.ID | Angin laut pagi itu berembus pelan di perairan Karangbolong, Desa Sukatani, Kecamatan Surade. Aktivitas nelayan berjalan seperti biasa, hingga sebuah perahu yang melintas memantik kecurigaan. Sosok di atasnya tak dikenali, sementara perahu yang dibawanya justru mirip milik nelayan Ujunggenteng yang biasa bersandar di bibir pantai.
Kecurigaan itu tak dibiarkan berlalu. Seorang nelayan yang berpapasan segera memperhatikan gerak-gerik pria tersebut. Setelah memastikan ada yang janggal, ia bersama nelayan lain memutuskan menggiring perahu itu kembali ke arah Ujunggenteng.
Belakangan diketahui, perahu tersebut memang dibawa kabur oleh seorang pria yang hingga kini belum diketahui identitasnya. Ia diduga mengambil perahu milik nelayan saat sedang bersandar di kawasan Ujunggenteng.
Jarak antara Pantai Ujunggenteng dan perairan Karangbolong bukanlah dekat. Namun pelarian itu terhenti di tengah laut, berkat kewaspadaan para nelayan yang saling mengenal satu sama lain.
Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, Asep Jeka, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut, setelah berhasil diamankan oleh para nelayan, pria itu langsung diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
“Untuk penanganan lebih lanjut, saya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Tadi yang bersangkutan sudah diserahkan ke Polsek Ciracap,” ujarnya.
Di sisi lain, Kapolsek Ciracap, AKP Topick Hadian, juga membenarkan pihaknya telah menerima terduga pelaku dari nelayan. Saat ini, pria tersebut telah diamankan sambil menunggu proses lanjutan oleh pihak berwenang.
“Orang tersebut sudah kami amankan dan kasusnya akan ditangani pihak Satpolairud. Nanti akan dijemput untuk dibawa ke Pelabuhanratu,” jelasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan nelayan di laut bukan hanya soal cuaca dan gelombang, tetapi juga terhadap hal-hal tak terduga. Di tengah hamparan laut yang luas, solidaritas dan kepekaan sesama nelayan kembali membuktikan perannya—menghentikan pelarian yang nyaris luput dari pantauan.






