Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Soroti Kasus Balita Tertimpa Timbangan Dacin di Posyandu

Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Gagan Rachman.| Azis Ramdhani

LINGKARPENA.ID | Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi, dari Fraksi PDIP Gagan Rachan Suparman, angkat bicara soal kasus dugaan kelalaian kader Posyandu Delima 14 dan Puskesmas Baros, Kota Sukabumi.

Dari kejadian kelalaian itu sehingga mengakibatkan seorang Balita yang masih berusia 4 tahun, tertimpa timbangan dacin, saat kegiatan Posyandu berjalan.

“Tentu, saya sangat menyayangkan peristiwa yang terjadi di Posyandu Delima 14 Kecamatan Baros ini. Seharusnya ini tidak harus terjadi jika berhati-hati,” kata Gagan Rachman kepada Lingkarpena.id saat ditemui di Kantor DPRD Kota Sukabumi, Jumat (16/06/2023).

Baca juga:  Sigap, Kapolsek di Sukabumi Selamatkan Balita di Tengah Konser Musik

Menurut Abah Gagan sapaan akrabnya, Timbangan Dacin yang digunakan sepertinya sudah tidak layak. Apalagi mengingat zaman sudah berkemajuan seperti sekarang ini.

“Ya pasti sangat beresiko. Sekarang ini kan, sudah zaman serba canggih. Tentu banyak timbangan duduk (digital) untuk dipergunakan khusus balita,” tandasnya.

“Permasalah ini harus menjadi campur tangan pemerintah. Walau bagaimanapun subsektor pelayanan masyarakat melalui posyandu itu harus di fasilitasi dengan baik,” sambungnya.

Baca juga:  Aksi Unras Mahasiswa di Kota Sukabumi Berakhir Ricuh, Satu Orang Luka

Tak hanya itu sambung Politisi Besutan Megawati Soekarno Putri ini mengatakan, terkait dengan kejadian tersebut pihak aparatur Kepolisian, Pemerintahan melalui Dinas Kesehatannya harus menindaklanjuti permasalahan ini.

Menurutnya, tidak serta merta menutupi kasus ini agar tidak dibuka. Sebab kejadian ini dipicu adanya unsur kelalalian dari pada petugas di lapangan. Kata gagan, jangan sampai kejadian ini terulang kembali di tempat lain.

Baca juga:  Polisi Evakuasi Jasad Pria Dalam Minibus di Parkiran Minimarket Cireunghas

“Ini butuh kepedulian untuk merubah fasilitas agar tidak terjadi kasus serupa. Dinkes harus bertanggung jawab. Karena ini wilayah binaannya dan koordinatornya ada di Dinkes Kota Sukabumi,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Plt. Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Reni Rosyida Muthmainnah, saat dikonfirmasi Lingkarpena.id tidak memberikan respon apapun.

Pos terkait