Diduga Salah Pasang Selang, Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan RSUD Jampangkulon Sukabumi

FOTO: Pasien saat menjalani penanganan di RSUD Jampangkulon Sukabumi Jawa Barat.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Jampangkulon yang diketahui milik Provinsi Jawa Barat ini dikeluhkan warga Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, Asep Jeka, warga Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, suami dari Isop (50) mengeluhkan pelayanan di RSUD Jampangkulon Kabupaten Sukabumi yang terkesan tidak profesional.

Asep Jeka menduga pihak RSUD Jampangkulon telah melakukan kesalahan fatal saat melakukan operasi terhadap isterinya. Isop, diketahui saat didiagnosa mengidap penyakit paru paru.

Keluhan Ketua rukun nelayan Ujunggenteng itu, sempat diunggah di akun Facebook pribadinya pada Senin (4/11) dan menjadi viral. Dalam unggahannya tersebut, Asep menuliskan ketidak hati hatian nakes pihak RSUD Jampangkulon yang diduga salah dalam pemasangan selang saat melakukan operasi terhadap isterinya.

“Kenapa yah sekelas rumah sakit RSUD Jampangkulon masih salah pasang selang operasi. Padahal kita ini sebagai keluarga pasien pingin sembuh malah dibikin sakit. Apa SDMnya atau fasilitasnya yang kurang, apa pasien dibikin malpraktek?. tulisnya.

“Kami mohon maaf bukan menjelekan profesi atau rumah sakit. Tapi kami harus mengadu sama siapa dan kemana?. Keluarga kami dirawat itu bayar bukan gratis, tapi kenapa pelayanannya kurang memuaskan. Mohon maaf bila curhatan saya ini kurang sopan dan menyinggung,” bunyinya

Begitu keluhan Asep Jeka yang diunggah di akun facebook pribadinya.

Baca juga:  Direktur RSUD Al-Mulk Sosialisasikan Perwal Tentang Pembiayaan Pelayanan Kesehatan Warga Kota Sukabumi

Diketahui isteri Asep Jeka (Isop) tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan kelas III dan berbayar. Dan Asep pun telah melunasi tunggakan dan denda layanan jaminan sosial ini hampir sekitar Rp 4,5 juta.

“Istri saya mengalami sesak napas. Setelah berobat ke dokter, tidak ada perkembangan. Makanya dibawa ke RSUD Jampangkulon pada 30 Oktober 2024,” kata Asep kepada awak media.

Baca juga:  Satu Orang Meninggal Akibat Covid, Kota Sukabumi Naik Level 3

Di RSUD Jampangkulon, Isop mendapat pelayanan di ruang Instalasi Gawat Darurat ( IGD ). Setelah dinyatakan bahwa isterinya harus menjalani operasi karena paru parunya tidak berfungsi dengan baik, Asep pun menandatangi surat persetujuan sebagai salah satu syarat untuk dilakukan operasi.

Setelah menjalani perawatan selama empat hari, dan dilakukan operasi, tapi kondisi Isop tak ada perkembangan. Ahirnya ia dirujuk ke rumah sakit lain. Dan Asep pun menandatangani surat persetujuan rujukan.

Pada 2 November 2024 ahirnya Isop masuk Rumah Sakit Paru Dr. M Goenawan Partowidigdo. Sehari kemudian, Minggu (3/11). Kata Asep, pihak rumah sakit itu melakukan pemeriksaan USG dan dibuka kembali operasinya.

Baca juga:  Dua Motor Adu Banteng di Jalan Ciracap Sukabumi, Korban Dilarikan ke RSUD Jampangkulon

“Dari hasil pemeriksaan ada kesalahan pasang selang sehingga tidak berfungsi. Sekarang sih sudah diganti selangnya dan kondisinya sudah normal dan bisa tidur,” jelas Asep.

Terpisah, saat dikonfirmasi awak media, Humas rumah sakit umum daerah RSUD Jampangkulon, Lia Desti memberikan jawaban singkat atas kondisi yang dialami pasien warga Ujunggenteng Kecamatan Ciracap tersebut.

“Mohon maaf pak, untuk saat ini kami belum bisa menjelaskan apapun karena dari tadi kami menunggu konfirmasi dari dokter yang menanganinya. Kebetulan beliau hari ini jadwal operasi nya padat. Sehingga kamipun masih menunggu. nanti kalau sudah ada penjelasan pasti kami infokan,” singkat Lia Desti, Humas RSUD Jampangkulon kepada lingkar pena.id Senin (4/11/2024 ) malam.

Pos terkait