LINGKARPENA.ID | Dalam rangka memperingati Hari Nelayan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat pesisir, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi kembali menggelar Festival Gelar Budaya Hari Nelayan Palabuhanratu 2025. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan menampilkan beragam seni budaya lokal yang memukau serta rangkaian acara tradisional yang menggambarkan kekayaan kearifan lokal masyarakat nelayan.
Festival yang diselenggarakan di kawasan Pantai Palabuhanratu ini menjadi panggung besar bagi kesenian tradisional seperti longser, degung, jaipongan, hingga prosesi adat laut yang melibatkan para nelayan serta tokoh masyarakat. Tak hanya itu, bazar kuliner dan kerajinan tangan khas Sukabumi juga turut menyemarakkan suasana, menghadirkan pengalaman otentik bagi para pengunjung dari dalam dan luar daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal dan menarik wisatawan.
“Sangat jelas. even-even seperti itu sejatinya adalah salah satu ruang untuk budaya lokal eksis. Selain itu juga semestinya jadi atraksi wisatawan, meski saat ini wisatawan yang hadir baru sebatas wisatawan lokal dan regional, belum secara signifikan menarik wisatawan nasional apalagi internasional,” ujar Sendi kepada Lingkarpena.id, Senin (02/06/2025).
Oleh karena itu, Ia juga menambahkan bahwa pelestarian budaya lokal tidak cukup hanya melalui dokumentasi atau edukasi formal, tetapi perlu diwujudkan dalam bentuk kegiatan nyata yang melibatkan masyarakat secara langsung. Festival ini menjadi ajang strategis untuk mempertemukan pelaku budaya, komunitas seni, pelaku pariwisata, serta masyarakat umum dalam satu ruang kolaboratif.
“Karena memang ada hal lain yang harus kita garap agar even tersebut benar-benar menjadi even wisata. misalnya, strategi pengkomunikasian even dimaksud ke pasar wisata, yang hal ini sejatinya tidak hanya menjadi tugas dispar melainkan tugas bersama kita semua,” tambahnya.
Dampak positif dari penyelenggaraan Festival Gelar Budaya Hari Nelayan Palabuhanratu 2025 juga dirasakan oleh sektor pariwisata lokal. Sejak awal festival, tingkat kunjungan wisatawan meningkat signifikan, terutama dari kalangan wisatawan domestik yang tertarik dengan nilai-nilai budaya dan suasana khas pesisir.
“Selain sebagai sarana hiburan dan edukasi, festival ini juga diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga laut, lingkungan pesisir, dan nilai-nilai kultural yang hidup di tengah masyarakat nelayan,” jelasnya.
“Dengan tema “Merawat Adat, Menjaga Budaya, Mengembangkan potensi, Menuju Nelayan Sejahtera Sukabumi Jaya “, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi berharap Festival Gelar Budaya Hari Nelayan Palabuhanratu menjadi agenda tahunan berskala nasional yang mampu mengangkat nama Sukabumi sebagai destinasi wisata budaya dan bahari unggulan di Jawa Barat,” tutupnya.






