LINGKARPENA.ID | Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dr. Drs. H. Ali Iskandar, MH, mengapresiasi langkah pemuda Jampang yang kembali menggagas kegiatan Jampang Kreatif Camp (JCC) II.
Kegiatan ini dinilai sebagai wadah strategis untuk mempertemukan kreativitas anak muda dengan potensi budaya dan pariwisata lokal, khususnya di wilayah Sukabumi Selatan.
Hal tersebut disampaikan Ali Iskandar saat menerima panitia Jampang Kreatif Camp yang akan digelar di Pantai Minajaya, Kecamatan Surade, pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026.
“ Hari ini Dinas Pariwisata kembali bergembira karena didatangi anak-anak muda yang luar biasa. Mereka datang dari wilayah selatan dan menawarkan gagasan yang menurut kami sangat luar biasa,” ujar Ali Iskandar.
Ia menjelaskan, Jampang Kreatif Camp merupakan kegiatan yang mempertemukan kaum muda Jampang dalam satu konsep kreatif yang berbasis lingkungan dan budaya lokal. Kegiatan ini merupakan kali kedua dilaksanakan, setelah sebelumnya sukses digelar di kawasan Ujung Genteng.
“Gagasannya adalah mempertemukan para kaum muda di wilayah selatan dalam konsep kegiatan yang mereka sebut Jampang Kreatif Camp atau JCC. Ini kegiatan kedua, sebelumnya di Ujung Genteng dan kali ini dilaksanakan di Minajaya,” jelasnya.
Menurut Ali Iskandar, salah satu keunikan JCC II adalah pengenalan tradisi Mepes Laut, sebuah ritual tradisi yang masih dilakukan secara personal oleh seorang tokoh perempuan setempat bernama Mak Ipoh.
“Ini luar biasa karena kita akan mengenal tradisi yang dilakukan oleh tokoh wanita, Mak Ipoh. Beliau melakukan aktivitas Mepes Laut sebagai doa agar alam tetap kondusif dan terhindar dari bencana,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Jampang Kreatif Camp II, S. Sophiyah, K, menjelaskan bahwa JCC merupakan program yang dirancang untuk menggali potensi kreatif anak muda dengan bersumber dari lingkungan dan budaya tempat mereka tinggal.
“Program ini kami upayakan untuk mempertemukan anak muda dengan bakat kreatif dan potensi yang ada dalam diri mereka, lalu menyatukannya dengan suasana lingkungan tempat tinggal mereka,” ungkap Sophiyah.
Ia menyoroti kecenderungan generasi muda yang sering mencari inspirasi jauh dari akar budaya sendiri, padahal potensi lokal justru sangat kaya.
“Kadang anak-anak muda mencari ide jauh-jauh, bahkan ke budaya pop luar seperti Korea. Padahal potensi wisata dan budaya di Jampang sendiri sangat banyak dan perlu digali sebagai ide kreatif yang bisa kita promosikan ke skala nasional,” tambahnya.
Sophiyah menuturkan, tradisi Mepes Laut di Pantai Minajaya menjadi nilai tambah dan keunikan tersendiri dalam JCC II. Tradisi ini dilakukan dengan cara simbolis ‘meredam ombak’ menggunakan garam sebagai bentuk doa agar terhindar dari bencana laut.
“Mepes Laut ini memang bukan tradisi massal warga, tapi dilakukan secara personal oleh Mak Ipoh sebagai doa dan cara bertahan hidup. Ini unik dan sarat makna, sehingga penting untuk dikenalkan kepada generasi muda,” jelasnya.
Jampang Kreatif Camp II akan berlangsung selama dua hari dengan berbagai kegiatan kreatif, edukatif, dan pengenalan budaya lokal. Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi pun mengajak masyarakat, khususnya warga Jampang, untuk ikut berpartisipasi.
“Jangan sampai tidak ikut kegiatan ini. Kita akan bertemu pada tanggal 31 Januari dan mendapatkan banyak pengalaman pada 1 Februari. Semoga dimudahkan dan kita semua bisa memakmurkan Kabupaten Sukabumi sebagai daerah wisata yang beradab,” pungkas Ali Iskandar.






