LINGKARPENA.ID | Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi mempererat komunikasi dengan kalangan media melalui kegiatan silaturahmi yang digelar di Aula Dispar, Komplek Perkantoran Jajaway, Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Selasa (3/3/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan arah pengembangan sektor pariwisata sekaligus membahas kesiapan menghadapi lonjakan wisatawan saat libur Idulfitri 1447 Hijriah.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, hadir bersama Sekretaris Dinas serta jajaran kepala bidang. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung penyebarluasan informasi pembangunan pariwisata di daerah.
“Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan program pemerintah kepada masyarakat. Sinergi ini penting agar pengembangan pariwisata bisa berjalan lebih efektif,” ujar Ali.
Ia menjelaskan, sektor pariwisata tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga harus mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar destinasi. Perputaran ekonomi melalui aktivitas wisata diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga lokal.
Namun demikian, sejumlah persoalan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pengembangan pariwisata di Kabupaten Sukabumi. Di antaranya kondisi infrastruktur, penanganan kebencanaan, pengelolaan sampah di kawasan wisata, hingga penataan ruang di wilayah pesisir.
Ali menyebut kawasan Palabuhanratu menjadi salah satu perhatian utama dalam pengembangan destinasi. Penataan garis pantai serta penguatan tata ruang dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan kawasan wisata tersebut.
“Penataan kawasan pesisir Palabuhanratu perlu dilakukan secara terencana sambil menunggu kebijakan tata ruang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” katanya.
Selain itu, Dinas Pariwisata juga menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor objek daya tarik wisata (ODTW). Meski demikian, Ali menegaskan upaya tersebut tidak boleh membebani masyarakat maupun wisatawan.
Menjelang libur Lebaran, Dispar mulai melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha dan pengelola destinasi wisata. Fokusnya antara lain pada peningkatan pelayanan kepada wisatawan, penataan parkir yang tertib, serta menjaga kualitas makanan yang dijual di kawasan wisata.
Dalam sosialisasi tersebut, Dispar juga mengangkat nilai kearifan lokal “Someah Hade ka Semah” yang berarti ramah dan baik kepada tamu, sebagai semangat pelayanan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Sukabumi.
Pertemuan dengan insan media berlangsung interaktif. Para jurnalis diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun masukan terkait pengembangan pariwisata daerah dan kesiapan menghadapi musim liburan mendatang.(adv).






