Pemkab Sukabumi Perkuat Tata Kelola Pariwisata Berbasis Kawasan dan Keberlanjutan

LINGKARPENA.ID | Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperkuat tata kelola sektor pariwisata melalui pendekatan kolaboratif dan penataan kawasan berbasis keberlanjutan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menghadirkan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada kualitas pelayanan, kenyamanan wisatawan, serta kesejahteraan masyarakat sekitar destinasi.

 

Melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, pemerintah daerah mendorong penguatan kebijakan dan sinergi lintas sektor dalam pengelolaan destinasi. Sejumlah kawasan wisata strategis seperti Palabuhanratu, Ujung Genteng, dan Minajaya menjadi fokus penataan.

Baca juga:  Satpol PP Sukabumi Ikut Aksi Bersih Pantai, Bukti Nyata Cinta Lingkungan

 

Penataan tersebut seiring dengan evaluasi kebijakan retribusi wisata yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap pengelolaan kawasan, kebersihan, keamanan, serta penyediaan infrastruktur destinasi. Pemerintah daerah menilai, tata kelola yang baik akan menciptakan pengalaman wisata yang lebih aman dan nyaman bagi pengunjung.

 

Saat ini, Pemkab Sukabumi tengah menyiapkan konsep penataan pariwisata berbasis kawasan. Konsep tersebut meliputi penguatan regulasi, pengelolaan parkir yang lebih tertib, sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, peningkatan keselamatan wisatawan, serta penguatan pelayanan publik di kawasan destinasi.

Baca juga:  Geyser Cisolok, Keajaiban Air Panas Alami di Sukabumi yang Mendunia

 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menegaskan bahwa pembangunan pariwisata harus memberi dampak nyata bagi masyarakat.

 

“Pariwisata tidak cukup hanya ramai pengunjung. Yang lebih penting adalah bagaimana kawasan tertata, pelayanan meningkat, dan masyarakat sekitar ikut merasakan manfaatnya secara berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (24/2).

 

Dengan pendekatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap sektor pariwisata dapat tumbuh lebih berkualitas, berdaya saing, dan mampu menjadi penggerak ekonomi daerah secara berkesinambungan. (adv)

Baca juga:  Polemik Tarif Tanpa Karcis di Taman Pandan, Dispar Sukabumi Dorong Penataan dan Akuntabilitas

Pos terkait