LINGKARPENA.ID | Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi mulai mempersiapkan berbagai langkah menghadapi libur panjang yang diperkirakan akan memicu lonjakan kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi unggulan di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan periode libur kali ini tergolong panjang karena bertepatan dengan beberapa momentum hari besar, seperti cuti bersama, Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka, hingga Idulfitri. Kondisi tersebut juga diperkuat dengan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang memungkinkan masyarakat bekerja dari berbagai lokasi, termasuk kawasan wisata.
“Memang hari ini kita akan menghadapi liburan yang panjang atau dalam bahasa pariwisata disebut peak season. Bukan hanya akhir pekan, tetapi juga ada cuti bersama, libur Nyepi, dan Idulfitri. Bahkan dengan adanya kebijakan Work From Anywhere, orang bisa bekerja dari mana saja sehingga potensi berlibur menjadi lebih besar,” ujar Ali,kepada lingkarpena. id, disela acara Muhibah Ramadhan, di Surade, ( 10/2/2026 ).
Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan sementara, periode libur diperkirakan berlangsung sekitar 14 hari, mulai 16 hingga 28 Maret. Oleh karena itu, berbagai kesiapan mulai disusun, baik dari sisi destinasi wisata maupun pelayanan kepada wisatawan.
Menurut Ali, salah satu fokus utama yang dipersiapkan adalah peningkatan keramahan layanan melalui konsep “Panca Someah”, yaitu lima prinsip keramahan yang diharapkan diterapkan oleh pelaku wisata dan masyarakat di sekitar destinasi.
“Panca itu lima, dan someah artinya ramah. Jadi masyarakat di destinasi wisata diharapkan menerapkan sikap ramah kepada pengunjung, mulai dari penyambutan, pelayanan di tempat parkir, di tempat usaha, hingga di area jajanan dan fasilitas lainnya,” jelasnya.
Selain pelayanan, Dispar juga menekankan pentingnya menjaga norma dan nilai yang berlaku di masyarakat. Ali menegaskan bahwa aktivitas yang bertentangan dengan norma agama dan sosial, seperti konsumsi minuman beralkohol maupun perilaku tidak pantas, tidak diperkenankan di kawasan wisata.
“Kami juga mengingatkan agar di kawasan wisata tetap menjaga norma dan aturan yang berlaku di masyarakat,” katanya.
Ali menambahkan, lonjakan kunjungan wisatawan diperkirakan terjadi terutama di kawasan pesisir selatan Sukabumi yang memiliki garis pantai sepanjang sekitar 117 kilometer, mulai dari wilayah Cisolok hingga Tegalbuleud. Selain itu, desa-desa wisata serta koridor wisata di wilayah utara juga diprediksi mengalami peningkatan kunjungan.
“Di pesisir pantai sepanjang 117 kilometer, mulai dari Cisolok sampai Tegalbuleud, biasanya menjadi tujuan utama wisatawan. Selain itu ada juga desa-desa wisata serta koridor wisata di wilayah utara, mulai dari Sukalarang, Cicurug, hingga Cidahu,” ungkapnya.
Untuk memastikan kesiapan tersebut, Dinas Pariwisata juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha wisata di berbagai wilayah. Bahkan, pemerintah daerah tengah mempertimbangkan untuk menerbitkan kebijakan resmi sebagai pedoman pengelolaan wisata selama masa libur Lebaran.
“Hari ini kita juga melakukan sosialisasi kepada warga dan pelaku wisata. Insya Allah nanti menjelang Lebaran akan ada informasi resmi yang dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati sebagai pedoman selama masa libur panjang,” pungkas Ali. (adv).






