DPPKB Kabupaten Sukabumi Gelar Rakor Percepatan Penurunan Stunting 2025 Bersama Mitra Kerja

FOTO: DPPKB saat menggelar rapat Koordinasi bareng Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) bersama mitra kerja dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) pada Jumat (14/11).| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi mengadakan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) bersama mitra kerja dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) pada Jumat (14/11/2025).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Desa Gunungguruh, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.

Rakor ini menjadi salah satu langkah penting dalam pelaksanaan Perpres No. 72/2021, Peraturan BKKBN No. 12/2021 tentang RAN-PASTI, serta Instruksi Presiden No. 3/2022 terkait penguatan kampanye percepatan penurunan stunting. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan rangkaian agenda kerja TPPS Kabupaten Sukabumi pada tahun 2025.

Baca juga:  Ini Penjelasan Disperkim Kabupaten Sukabumi Tentang Program Revitalisasi di Kawasan Permukiman Kumuh

Fokus Pembahasan Rakor

Melalui pertemuan ini, DPPKB berupaya:
Menyatukan strategi antarinstansi dalam percepatan penurunan angka stunting di daerah.

Mengidentifikasi berbagai kendala lapangan sekaligus merumuskan tindak lanjut intervensi yang dibutuhkan.

Memperkuat pemahaman dan peran kader TPK dalam menjalankan tugas pendampingan keluarga berisiko stunting.

Para kader TPK dari sejumlah desa hadir dalam rakor tersebut. Sementara itu, materi disampaikan oleh narasumber dari Bappelitbangda dan DPC IPeKB Kabupaten Sukabumi, membahas aksi konvergensi stunting serta intervensi pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Baca juga:  Perkim Kabupaten Sukabumi Rencanakan Bangun Rutilahu di 47 Kecamatan, Ini Jumlahnya

Arahan Kepala Dinas DPPKB

Dalam arahannya, Kepala DPPKB menekankan bahwa penanganan stunting adalah isu strategis pembangunan manusia. Menurutnya, persoalan ini hanya dapat diatasi melalui kerja kolaboratif lintas sektor—mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, masyarakat, hingga dunia usaha dan media.

Beliau juga menyoroti peran sentral Tim Pendamping Keluarga sebagai garda terdepan dalam memantau kondisi ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting. TPK diharapkan mampu memastikan layanan kesehatan dan gizi dapat diterima oleh keluarga sasaran secara optimal.

Baca juga:  Mudah dan Praktis, Cek Meteran Listrik Kini Lewat PLN Mobile. Yuk Coba!

DPPKB, lanjutnya, berkomitmen terus memberikan dukungan, termasuk melalui penguatan kapasitas kader, supervisi, serta pendampingan program di lapangan.

Pembukaan Rakor

Menutup sambutannya, Kepala Dinas menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader, khususnya bidan dan tenaga kesehatan, yang selama ini aktif mendampingi keluarga berisiko stunting.

Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 resmi dibuka.

Pos terkait