DLH Sukabumi Berupaya Secara Aktif Berkontribusi dalam Program Pelestarian Lingkungan

LINGKARPENA.ID | Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi mengapresiasi gelaran perkemahan antar satuan karya pramuka (Peranka) 2025 yang berlangsung di lapangan Puslatpur Marinir 6 Antralina, Jampang Tengah 31 Januari hingga 2 Februri 2025.

 

Dimana dalam kegiatan tersebut, terdapat komitmen dari DLH Kabupaten Sukabumi dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda dengan penanaman pohon.

 

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Prasetyo, dalam gelaran tersebut, pelaksanakan melakukan penanaman pohon, hal itu menjadi momentum penting, terutama dalam edukasi pelestarian alam, tidak hanya itu sekaligus membekali anggota Pramuka dengan wawasan tentang tantangan lingkungan global.

Baca juga:  Kemenkes RI Anugerahi Pemkab Sukabumi Sertifikat Eliminasi Malaria

 

Prasetyo menegaskan bahwa peran Pramuka dalam isu lingkungan sangat strategis, didalam kegiatan itu panitia pelaksana telah menanamkan kesadaran sejak dini akan menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap ekosistem dan aktif dalam menjaga lingkungan.

“Pramuka memiliki peran penting dan kunci membangun kesadaran lingkungan, sehingga melalui Peransaka 2025 ini, kami inhin menanamlan nilai nilai keberlanjutan,” ujar Prasetyo.

Baca juga:  Bawa Celurit dan Gergaji, Siswa SLTP di Sukabumi Hendak Tawuran Diamankan Polisi

 

“Iya, agar generasi muda aktif menjaga eksositem, mengurangi dampak perubahan iklim serta menjadi agen perubahan bagi lingkungan sekitar,” imbuhnya.

 

Kata prasetyo, sejauh ini DLH terus berupaya secara aktif berkontribusi dalam program pelestarian lingkungan selama Peransaka 2025. Salah satu aksi nyata yang dilakukan adalah dengan penanaman pohon tersebut.

“Penanaman pohon bersama peserta perkemahan kemarin menjadi simbol komitmen kami menjaga kelestarian alam,” tegasnya.

Baca juga:  Material Longsor Sepanjang 15 Meter Timpa Rumah Warga Parakansalak

 

“Saya berharap kegiatan tersebut, tidak hanya sebatas seremonial, tetapi langkah nyata dalam menciptakan perubahan, sehingga para peserta dapat memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam,” tandasnya.

Pos terkait