DPPKB Sukabumi dan BKKBN Jabar Percepat Digitalisasi Stok Alokon Lewat Pendampingan SIRIKA-SIGA

FOTO: Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi bersama BKKBN Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Pendampingan Input Stok Awal Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon) pada 14–15 Oktober 2025.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Dalam upaya mempercepat transformasi digital di bidang pelayanan keluarga berencana, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi bersama BKKBN Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Pendampingan Input Stok Awal Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon) pada 14–15 Oktober 2025.

Kegiatan ini berlangsung di Aula DPPKB Kabupaten Sukabumi dan diikuti oleh peserta dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk memperkuat implementasi sistem digitalisasi pencatatan stok awal Alokon di seluruh fasilitas kesehatan (fasyankes). Melalui aplikasi SIRIKA-SIGA, proses pencatatan dan pelaporan data kini dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan real time. Sistem ini diharapkan mampu mendukung pengelolaan logistik kontrasepsi yang lebih transparan dan efisien.

Baca juga:  Kodim 0607 Kota Sukabumi Gelar TMKK, Gandeng BKKBN

Sebanyak peserta dari 32 kecamatan dan lebih dari 60 fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas, rumah sakit, dan klinik, turut ambil bagian dalam pendampingan ini. Mereka mendapatkan bimbingan teknis langsung dari tim DPPKB Kabupaten Sukabumi bersama perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat untuk memastikan setiap fasyankes memahami cara penggunaan dan pelaporan melalui aplikasi digital tersebut.

Baca juga:  Membanggakan! DPPKB Kabupaten Sukabumi Raih Dua Penghargaan Tingkat Jawa Barat

Kepala Bidang KB DPPKB Kabupaten Sukabumi, H. Feri Budiman, menekankan pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan Alokon.

“Digitalisasi pencatatan stok Alokon merupakan langkah penting untuk mewujudkan data yang akurat, transparan, dan terintegrasi. Dengan sistem ini, proses pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” jelasnya.

Melalui kegiatan pendampingan ini, DPPKB berharap pengelolaan stok Alokon di Kabupaten Sukabumi dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Selain itu, program ini diharapkan mampu meningkatkan ketepatan distribusi dan memperkuat pelayanan keluarga berencana bagi masyarakat di seluruh wilayah.

Baca juga:  Pelayanan KB Warnai Peresmian Kantor Kecamatan Ciemas

Langkah ini sekaligus menjadi komitmen nyata DPPKB Kabupaten Sukabumi dalam mendukung program nasional penguatan sistem informasi keluarga berencana. Dengan penerapan sistem SIRIKA-SIGA, kualitas layanan kesehatan reproduksi di daerah diharapkan terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Pos terkait