LINGKARPENA.ID | Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan Sosialisasi Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) Tahun 2025–2029 di Aula PKK Pendopo Kabupaten Sukabumi, Jalan Ahmad Yani No. 36 Kota Sukabumi, Selasa (20/5/2025).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas DPPKB, Tia Fatimah, mewakili Kepala Dinas DPPKB. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya penyusunan Grand Design sebagai pedoman strategis dalam pembangunan kependudukan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis kolaborasi antar sektor.
“Penyusunan grand design ini sebagai pedoman strategis dalam pembangunan kependudukan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis kolaborasi antar sektor,” ujar Tia.
Turut hadir dalam kegiatan ini para narasumber dari Bapelitbangda Kabupaten Sukabumi dan Tim Penyusun GDPK Tahun 2020–2025, serta sekitar 50 peserta yang berasal dari lintas sektor, termasuk perwakilan Kementerian Agama, SKPD, organisasi profesi, media, serta para kepala UPTD DPPKB Kabupaten Sukabumi.
Adapun materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi:
* Kebijakan Peta Jalan dan Rencana Aksi Pembangunan Kependudukan 2025–2029
* Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan Kependudukan dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
* Gambaran Umum GDPK 2020–2025
* Diskusi dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL)
Kegiatan ini bertujuan untuk:
* Memperkuat kapasitas dan fungsi kelembagaan pembangunan kependudukan
* Meningkatkan sinergitas lintas sektor
* Mendorong kegiatan yang terintegrasi dan berkelanjutan
* Meningkatkan kualitas pelaporan dan kolaborasi dalam pembangunan keluarga berkualitas
Acara ini sepenuhnya didanai oleh Anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun 2025 melalui Bidang Pengendalian Penduduk, Data, dan Informasi DPPKB, dengan fasilitasi konsumsi bagi peserta.
Sementara itu, di akhir kegiatan panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung terlaksananya kegiatan strategis ini.
Harapan dari acara GDPK 2025–2029 imi dapat menjadi acuan utama bagi seluruh pemangku kepentingan dalam merancang pembangunan kependudukan yang lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat Sukabumi.






