LINGKARPENA.ID | Insiden tragis menimpa dua pekerja yang sedang mengerjakan proyek pemasangan gorong-gorong di Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Kejadian nahas ini berlangsung pada sore hari Minggu (5/10/2025) di mana keduanya mengalami sengatan listrik fatal.
Kedua korban segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu untuk penanganan darurat. Sayangnya, salah satu pekerja dinyatakan meninggal dunia begitu tiba di fasilitas medis. Sementara yang satunya lagi masih berjuang di ruang bedah dengan perawatan intensif.
Berdasarkan kesaksian Dimyati (64 tahun), seorang warga Kampung Cirenik yang kebetulan berada di dekat lokasi kecelakaan, peristiwa itu bermula sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, tim pekerja sedang berupaya memindahkan struktur gorong-gorong dengan bantuan alat berat dan tali seling besi.
“Saat hendak mengembalikan posisi gorong-gorong, tali selingnya tak sengaja menyentuh kabel listrik yang melintang di atas. Satu pekerja memegang bagian bawah, sementara yang lain di bagian atas. Tiba-tiba keduanya tersengat listrik hingga terjatuh,” cerita Dimyati kepada awak media.
Dimyati menjelaskan bahwa kedua korban langsung dievakuasi secara bersamaan menggunakan satu kendaraan menuju rumah sakit. “Mereka berdua diangkut ke RSUD Palabuhanratu, tapi sepertinya salah satunya sudah tak bernyawa saat itu,” lanjutnya.
Konfirmasi serupa datang dari seorang dokter di RSUD Palabuhanratu, yang mengakui penerimaan dua pasien dari lokasi proyek yang mengalami sengatan listrik.
“Memang benar, dua pasien datang kemarin sore. Yang satu sudah meninggal saat tiba di sini, dan yang lain sedang dirawat di ruang bedah,” katanya ringkas.
Dugaan awal penyebab kecelakaan ini adalah kontak antara tali seling besi dengan kabel tegangan tinggi yang membentang di jalur listrik antara Palabuhanratu dan Banten. Dimyati juga menyoroti kondisi di area tersebut yang sudah rawan kabelnya kendur dan tiang penyangganya miring ke arah jalan raya.
“Makanya, begitu tersentuh seling besi, arus listrik langsung menyambar para pekerja,” tambah Dimyati.
Kasus ini menimbulkan kekhawatiran atas keselamatan kerja di proyek infrastruktur, terutama di wilayah Sukabumi yang sedang mengalami pembangunan pesat. Pihak berwenang diharapkan segera menyelidiki untuk mencegah kejadian serupa.






