Puluhan Siswa SD di Sukabumi Keracunan, 1 Orang Dirujuk ke Rumah Sakit

Kondisi di Sekolah Dasar SD Negeri Nangewer saat terjadi keracunan massal pada para siswa, Senin, (26/2/2024).| Foto: Istimewa

LINGKARPENA.ID | Puluhan siswa/siswi Sekolah Dasar (SD) Negeri Nangewer Kecamatan-Kabupaten Sukabumi, pada Senin, 26 Februari 2024 pagi mengalami keracunan massal. Peristiwa tersebut diduga dari jajanan makanan yang dikonsumsi para siswa tersebut.

Kepada Lingkarpena.id Kepala Puskesmas Karawang Kecamatan Sukabumi, Rita Hermawati mengatakan, siswa sekolah yang mengalami keracunan merupakan siswa SDN Nangewer dan MI Madrasah Ibtidaiyah Cisarua, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi.

Menurut Rita, berdasarkan data yang mereka peroleh terdapat puluhan siswa SD yang mengalami keracunan sekira pukul 10:00 wib. Pihak Puskesmas segera berkoordinasi dengan unsur Muspika dan langsung melakukakan penanganan terhadap siswa-siswa di lokasi sekolah.

“Untuk jumlah sementara yang kami terima dari pihak sekolah yang mengalami keracunan itu ada 26 orang. Itu data sementara ya. Dari 26 siswa ini untuk 25 siswa kami tangani disini dan 1 siswa harus dirujuk ke rumah sakit,” ujar Rita, Senin, (26/2/24) siang.

Di lokasi sekolah terlihat pihak Dinas dan PKM bersama kepala sekolah | ist

Dijelaskan Kepala Puskesmas Karawang Sukabumi, gejala yang dialami para siswa seperti mual-mual-pusing dan muntah. Pihaknya memprediksi gejala tersebut dipastikan akibat dari keracunan makanan.

Baca juga:  Kebakaran Rumah di Sukabumi, 3 Unit Damkar Dikerahkan

Namun, kata Rita, mereka yang mengalami keracunan tersebut akibat dari kondisi badan yang kurang fit juga. Sebab, ada beberapa siswa lainnya yang juga mengkonsumsi makanan tersebut tapi tidak berefek.

“Iya, dari hasil observasi tadi di lapangan petugas juga menemukan beberapa siswa yang tidak mengalami gejala seperti siswa lainnya. Tapi kami pastikan untuk 25 siswa yang mengalami keracunan sudah sembuh dan bisa pulang ke rumahnya,” terangnya.

“Penanganan awal oleh pihak sekolah para siswa diberikan Susu dan air kelapa. Kami pihak kesehatan melakukan pemeriksaan dan memberikan pengobatan sesuai gejala dan hasil pemeriksaan petugas nakes. Bagi yang kondisinya sudah membaik kami perbolehkan untuk pulang,” sambungnya.

Siswa yang keracunan makanan saat mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan pihak PKM Karawang Sukabumi.| ist

Rita juga menegaskan, dalam kasus ini Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten juga sudah mengetahui dan sudah menurunkan tim kesehatan untuk mengambil sample makanan yang dikonsusmsi oleh para siswa untuk dilakukan uji laboratorium.

Baca juga:  Tekan Angka Stunting, Dinkes Kabupaten Sukabumi: Butuh Alat Ukur Antropometri

“Kasus ini sudah ditangani oleh pihak dinas kesehatan dan pihak kepolisian sektor Polsek Sukabumi Polres Sukabumi Kota untuk ditindaklanjuti penyebeb dari terjadinya keracunan massal ini,” paparnya.

Sementara itu untuk siswa MI Cisarua saat ini masih berada di rumah sakit OUBK RSUD R. Syamsudin untuk menjalani perawatan karena kondisinya dengan muntah-muntah yang berlebihan sehingga harus mendapatkan perawatan lebih intensif.

“Berdasarkan kabar kondisinya sudah membaik. Kami juga besok akan mengunjungi sekolah-sekolah terutama SDN Nangewer dan MI Cisarua untuk memberikan penyuluhan bersama pihak Muspika, juga akan dilakukan pemantauan secara berkala selama 3 hari kedepan” tandasnya.

Terpisah, Kepala SDN Cisarua Apendi Suganda saat dihubungi mengatakan, ia membenarkan terkait puluhan siswa di sekolah SD Nangewer yang mengalami keracunan massal pagi tadi.

Dikatakan Apendi, sebelum masuk sekolah dan upacara pagi, para siswa tersebut membeli jajanan di luar sekolah dari pedagang keliling yang biasa mangkal di sekolah SDN Nangewer. Dijelaskan Kepsek pedagan keliling biasa menggunakan kendaraan bermotor.

Baca juga:  Waspada! Cuaca Ekstrim Mengakibatkan, Ruas Jalan Lingkungan Tergerus Longsoran Tanah di Selabintana

“Dia baru kali ini jualan jajanan itu. Tiap hari saya melihat ada jualan di sekolah, biasanya sih  jualan mainan. Kalau jualan jajanan makanan memang sepertinya baru kali ini. Ya orang sekitar sini sudah dikenal juga,” jelas Kepala Sekolah.

“Nah reaksi pada anak-anak itu saat upacara sekitar pukul 7;30 wib. Saat itu saya lagi pidato, jadi tidak fokus karena banyak anak-anak gaduh. Iya ternyata mereka akibat reaksi keracunan jajanan itu,” katanya.

Apendi menambahkan, untuk antisipasi kedepannya, pihak sekolah akan melakukan penyuluhan kepada anak-anak (siswa) untuk tidak jajan sembarangan. Pihak sekolah menegaskan siswa diperbolehkan jajan yang sehat dan sudah teruji.

“Untuk si Pedagang sudah diamankan oleh pihak kepolisian dari Polsek Sukabumi untuk dimintai keterangan. Bahkan guru dari sekolah kami juga diminta untuk menjadi saksi oleh pihak kepolisian,” pungkasnya.

 

Pos terkait