Dugaan Keracunan, Kadis Kesehatan: Nakes Puskesmas Sudah Tangani

FOTO: Penanganan korban dugaan keracunan MBG oleh tim nakes Puskesmas Cidolog dengan cara jemput bola.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Agus Sanusi menyatakan, kasus dugaan keracunan massal di Kecamatan Cidolog sudah tertangani dengan baik pada Kamis, 7 Agustus 2025.

Sebelumnya, terkonfirmasi pada Rabu (6/8) petugas Kesehatan UPTD Cidolog mendapatkan laporan adanya kejadian dugaan keracunan. Mereka antara lain mengalami gejala mual, pusing dan muntah.

Menurut Agus, pada hari Rabu 6 Agustus 2025 sekira pukul 19:30 wib pihaknya mendapatkan laporan dari Bidan desa Cipamingkis. Dalam laporan tersebut disebutkan ada 7 anak Pendidikan Usia Dini PAUD dan Madrasah Ibtidaiyah mengalami keluhan mual, muntah dan pusing-pusing.

Baca juga:  Survei Stunting SSGI di Sukabumi Simpang Siur, Dinkes Jabar Diminta Turun Tangan

“Laporan itu diterima pihak Puskesmas sekitar pukul 14:00 wib. Nah dri pengakuan pihak keluarga gejala yang diderita pasien itu setelah mengkonsumsi MBG (Menu Makan Bergizi Gratis),” terang Agus Sanusi.

“Pihak kami langsung melakukan koordinasi dengan lintas sektoral dan menghubungi para Kader untuk mencari informasi yang lebih akurat,” sambung Agus.

Setelah mendapat informasi, pihak Puskesmas Cidolog langsung menyiapkan obat obatan. Selain itu pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat.

Baca juga:  300 Ribu Terakhir! Ini Syarat Pengambilan BLT di Desa Sekarwangi Cibadak Sukabumi 

“Pada jam 20;30 wib Rabu malam Kamis hingga pukul 02;30 dini hari tim tenaga kesehatan Dinas Kesehatan jemput bola ke rumah pasien-paien yang mengalami gejala tersebut,” terang Kadis Kesehatan.

Berdasarkan hasil kunjungan pihak tim kesehtan ke lapangan terdaftar ada 32 anak yang mengalami keluhan tersebut.

“Ada 31 anak yang mengalami keluhan mual muntah dan diare, sudah tertangani dengan baik. 1 anak sempat dirawat dan di infus, alhamdulillah sudah di pulangkan dan dinyatakan sudah sembuh,” kata Agus.

Baca juga:  Program MBG Perdana di MIN 2 Sukabumi Disambut Antusias

“Untuk penyebabnya kami masih melakukan pemeriksaan laboratorium ya, mungkin minggu depan hasilnya sudah bisa diumumkan,” pungkasnya.

Pos terkait