LINGKARPENA.ID | Diresmikannya jembatan gantung di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, disambut antusias warga setempat, khususnya warga Kampung Cikadaka, Kampung Naringgul, dan Kampung Sawah Bera.
Camat Simpenan R. Ade Akhsan Bratadiredja,S.T,Kp.,M.Si., kepada lingkar pena.id menuturkan, pihaknya berterima
<span;>kasih dan mengapresiasi adanya pembangunan jembatan oleh Relawan Sehati.
“Atas nama Forkopimcam kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi adanya pembangunan jembatan yang diinisiasi Relawan Sehati,” ujar R. Ade Akhsan, kepada Lingkar Pena, Sabtu (21/9/2024 ).
Kata dia, adanya jembatan tersebut tentunya berdampak positif bagi perkembangan perekonomian, kesehatan, dan pendidikan masyarakat.
“Harapan kedepannya semoga masyarakat setempat bisa merawat dan memeliharanya. Dan kedepannya akan kami usulkan kepada dinas terkait untuk pemasangan Bronjong karena disana ada beberapa sodetan,” imbuhnya.
Jembatan gantung yang melintang di atas Sungai Cimandiri sepanjang 100 meter dan lebar 125 centi meter itu, dibangun menelan anggaran Rp 235 juta. Karena berada dan sebagai akses jalan masyarakat tiga desa, jembatan gantung itu diberi nama jembatan Cikanara.
“Karena jembatan gantung itu menjadi fasilitas ada tiga Kampung, yaitu Kampung Cikadaka, Kampung Naringgul, dan Kampung Sawah Bera, jembatan ini sekarang dinamai jembatan Cikanara,” tandas Camat R. Ade Akhsan Bratadiredja.
Senada dengan Camat Simpenan, Kapolsek Simpenan Polres Sukabumi, Iptu Erman, mengapresiasi pembangunan jembatan gantung tersebut. Ia berharap adanya sarana perhubungan tersebut bisa dimanfaatkan maksimal untuk kepentingan bersama, dan penerima manfaat bisa merawat serta memeliharanya.
“Saya menghimbau para orangtua senantiasa memperhatikan anak anaknya, terutama anak dibawah umur, saat melintas jembatan tersebut. Dan kepada masyarakat yang mengangkut hasil pertaniannya agar memperhatikan tonase barang yang dibawa, jangan melebihi kapasitas,” imbuh Iptu Erman.
Semrntara dikatakan Andri Kurniawan, founder Relawan Sehati
Gerak Bersama, kepada lingkar pena.id menyampaikan, pembangunan jembatan tersebut berlangsung selama 49 hari kerja.
“Ini murni dana kami dapatkan dari donatur dan terlebih mitra kami yang hari ini hadir. Mereka yang mendanai termasuk pasir, batu, dan biaya angkut semua menggunakan tenaga masyarakat,” jelas Andri.
Andri berharap tentunya jembatan ini bisa memberikan dampak baik kepada masyarakat, terutama untuk akses berjalan’nya ekonomi dan dan pendidikan ia menghimbau kepada masyarakat agar merawat dan menjaga supaya jembatan ini memiliki kebermanfaatannya dalam jangka waktu yang panjang.
“Insyaallah kekuatannya ini lebih dari 10 tahun. Asalkan terus dirawat oleh masyarakat sekitar,” tutur Founder Komunitas Masyarakat SEHATI, Andri Kurniawan.
“Mudah-mudahan ini menjadi amal baik, amal jariyah untuk semua relawan, donatur, dan semua mitra SEHATI gerak bersama,” singkatnya.






