LINGKARPENA.ID | Wali Kota Sukabumi hadiri tasyakuran dan muhasabah pada HUT Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-47 dan menyambut Tahun Baru Islam 1444 Hijriah. Acara tersebut digelar di Gedung Pusat Kajian Islam, Jalan Veteran, Kota Sukabumi, Selasa (26/7/2022).
“Rentang waktu 47 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Apalagi MUI di dalamnya berkumpul para ulama pewaris nabi dan berharap MUI dapat hadir di tengah umat dengan berbagai peran,” kata Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dikutip dari laman resmi kdp.Sukabumikota.go.id.
Lanjut dia, pertama fungsinya sebagai motivator umat, MUI memotivasi pemda dan berbagai komponen masyarakat agar memasifkan kebaikan. MUI menunjukkan perannya sebagai motivator kebaikan sehingga umat bersemangat berbuat baik.
“Beranjak di usia 47 tahun MUI menjadi motivator umat dan umat belomba-lomba dalam kebaikan. Kedua MUI memerankan peran sebagai stabilisator umat, di mana banyak permasalahan umat yang dihadapi di tengah percepatan arus informasi dan teknologi serta era Disrupsi,” jelasnya.
Dengan demikian sambung Fahmi, MUI sebagai wadah berkumpul ulama yang menjaga stabilisator umat. Orang baik di Sukabumi dimotivasi untuk kebaikan di tengah berbagai kondisi yang memiliki potensi kerawanan mampu distabilkan oleh MUI dan aparat keamanan,” ucapnya.
“MUI diharapkan mampu menjaga dinamika yang terjadi di masyarakat. Terlebih menjelang proses demokrasi terbesar pada 2024, ulama menjadi penjaga agar kondisi umat tetap bersatu di tengah masyarakat,” bebernya.
Dalam kesempatan ini tambah Fahmi, mengenang tokoh ulama yang lebih dahulu meninggalkan di doakan husnul khotimah serta ilmu yang diberikan jadi ilmu yang diwariskan kepada generasi selanjutnya. Terutama semangat mereka dalam menjaga keutuhan umat agar terap terjaga.
“Kedepan MUI tingkat kelurahan, kecamatan dan kota bersama pemda akan memberantas buta huruf Al-quran di kalangan masyarakat, Sehingga dapat melahirkan generasi yang terbaik,” tandasnya.
Turut hadir dalam acara ini, Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin, Ketua MUI Kota Sukabumi KH Aab Abdulloh, Ketua Baznas Kota Sukabumi Miftah Amir dan para tokoh ulama lainnya.*






