Hujan Deras dan Cuaca Ekstrem Picu Longsor dan Kerusakan Rumah di Enam Kecamatan Sukabumi

LINGKARPENA.ID | Intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang kembali memicu sejumlah bencana di Kabupaten Sukabumi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya enam kecamatan terdampak kejadian cuaca ekstrem dan longsor sepanjang Jumat hingga Sabtu, 19–20 Desember 2025.

 

Laporan tersebut disampaikan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (20/12/2025) pukul 20.00 WIB. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Cireunghas, Gunungguruh, Cicurug, Ciemas, Sukabumi, dan Kabandungan.

 

Di Kecamatan Cireunghas, hujan yang turun terus menerus pada Jumat (19/12/2025) sekitar pukul 17.10 WIB menyebabkan pohon tumbang di Kampung Rawa Belut RT 05 RW 07, Desa Cireunghas. Pohon tersebut menimpa pos kamling dan bangunan penggilingan padi serta sempat menutup akses jalan desa. Evakuasi dilakukan secara gotong royong bersama warga dan akses jalan kembali dapat dilalui.

Baca juga:  Polisi Selidiki Temuan Jasad Pria Tanpa Identitas di Toilet Masjid Al-Barkah Sukaraja

 

Sementara di Kecamatan Gunungguruh, hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu (20/12/2025) pukul 08.00 WIB mengakibatkan atap ruang tamu rumah milik Ibu Ating di Kampung Cikujang RT 17 RW 04, Desa Gunungguruh, ambruk. Rumah tersebut dihuni satu kepala keluarga dengan satu jiwa. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.

 

Bencana longsor juga terjadi di Kecamatan Cicurug. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kampung Tenjolaya RT 05 RW 04, Desa Cisaat, pada Sabtu (20/12/2025) sekitar pukul 02.00 WIB mengakibatkan longsor di pinggiran aliran air selokan. Longsoran sepanjang kurang lebih 3 meter dengan tinggi 1 meter tersebut menggerus dinding kamar mandi dan menyebabkan retakan pada dinding ruang tamu rumah milik Bapak Mamin yang dihuni oleh satu kepala keluarga dengan empat jiwa.

 

Di Kecamatan Ciemas, hujan deras pada Sabtu (20/12/2025) sekitar pukul 04.30 WIB menyebabkan longsor di Kampung Cikanteh RT 02 RW 01, Desa Ciwaru. Kejadian ini berdampak pada robohnya tembok penahan tanah (TPT) di kawasan wisata Curug Sodong, longsoran di area wisata, serta robohnya tiang listrik di akses jalan menuju lokasi wisata.

Baca juga:  Rumah di Kota Sukabumi Ludes Terbakar, Penyebabnya?

 

Sementara itu, di Kecamatan Sukabumi, hujan dengan intensitas lebat pada Sabtu (20/12/2025) pukul 14.30 WIB mengakibatkan longsor di belakang rumah milik Aan Ade Ule di Kampung Selaawi RT 15 RW 04. Rumah tersebut dihuni satu kepala keluarga dengan lima jiwa dan tidak menimbulkan korban jiwa.

 

Adapun di Kecamatan Kabandungan, hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu (20/12/2025) sekitar pukul 11.35 WIB mengakibatkan satu unit rumah warga roboh. Rumah tersebut dihuni satu kepala keluarga dengan empat jiwa. Saat ini korban terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudara.

Baca juga:  6 Warga Bogor Tenggelam di Pasir Putih Pantai Ujunggenteng, Satpolairud Terjunkan Personil

 

Menanggapi rangkaian kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan bencana.

 

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya longsor, banjir, dan angin kencang. Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu lama, warga yang tinggal di daerah rawan longsor diharapkan segera mengamankan diri dan melapor ke aparat setempat atau BPBD,” ujar BPBD Kabupaten Sukabumi dalam keterangannya.

 

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang serta rutin membersihkan saluran air guna meminimalisir risiko bencana. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan terus dilakukan untuk penanganan darurat serta pendataan dampak bencana di lapangan.

Pos terkait