LINGKARPENA.ID | Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Sukabumi sejak pertengahan pekan ini memicu terjadinya bencana pergerakan tanah berskala serius. Salah satu dampak terparah terjadi di ruas Jalan Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, yang merupakan jalur strategis penghubung Kiaradua menuju Bagbagan, Palabuhanratu. Akibat kejadian tersebut, akses utama ini kini tidak dapat dilalui dan dinyatakan terputus total.
Peristiwa longsor dan amblesnya badan jalan dilaporkan terjadi pada Kamis (18/12/2025), setelah struktur tanah di kawasan tersebut tak lagi mampu menahan tekanan air hujan yang terus menerus turun sejak Rabu (16/12/2025). Jalan berstatus provinsi itu mengalami kerusakan berat, ditandai dengan terbelahnya badan jalan oleh retakan memanjang yang cukup lebar dan dalam. Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran tanah yang masih aktif dan berpotensi terus berkembang.
Di titik kerusakan paling parah, permukaan aspal tampak amblas hingga menciptakan perbedaan ketinggian yang signifikan. Celah tersebut membuat jalan sama sekali tidak layak dilalui kendaraan. Situasi semakin dramatis ketika sebuah truk boks berwarna kuning terjebak dan terperosok di tengah patahan jalan. Kendaraan berat itu terlihat dalam posisi miring dan melintang, menutup hampir seluruh badan jalan dari dua arah sekaligus.
Seorang warga yang berada di sekitar lokasi mengungkapkan bahwa kondisi tanah masih terus bergerak. Retakan di badan jalan perlahan melebar seiring hujan yang belum reda. “Struktur tanahnya sudah tidak stabil. Sangat berbahaya. Kendaraan tidak bisa lewat sama sekali,” ujarnya.
Hingga Kamis siang, kondisi di lapangan masih dinilai rawan. Material longsoran berupa tanah merah bercampur bebatuan dari tebing di sisi jalan ikut menutupi sebagian permukaan aspal. Selain licin, area tersebut juga berisiko mengalami longsor susulan sewaktu-waktu. Warga setempat tampak berjaga secara swadaya untuk mengingatkan pengguna jalan serta mengarahkan kendaraan agar memutar balik demi menghindari risiko kecelakaan.
Pihak terkait menegaskan bahwa jalur Kiaradua–Bagbagan untuk sementara waktu ditutup total bagi kendaraan roda empat. Bahkan kendaraan roda dua pun sangat tidak disarankan melintas, mengingat pergerakan tanah masih berlangsung dan cuaca belum menunjukkan tanda-tanda membaik.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, pengguna jalan dari wilayah Surade, Jampang, maupun Jampangkulon yang hendak menuju Kota Sukabumi atau Palabuhanratu diimbau agar tidak memaksakan diri melewati jalur Simpenan. Penutupan ini dilakukan semata-mata untuk menghindari jatuhnya korban akibat longsor lanjutan.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diminta memanfaatkan jalur alternatif melalui wilayah Lengkong. Jalur ini untuk sementara dinilai lebih aman digunakan hingga proses evakuasi kendaraan yang terjebak serta penanganan darurat terhadap badan jalan selesai dilakukan oleh instansi terkait.
Masyarakat Kabupaten Sukabumi, khususnya yang bermukim di wilayah rawan bencana, juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari ke depan berpotensi memicu longsor, banjir, maupun pergerakan tanah susulan di sejumlah titik lainnya.






