Ini 4 Pernyataan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Terkait Aksi Tuntutan Wartawan

Foto : ketua DPRD Kab. Sukabumi saat menandatangi surat penyataan penolakan revisi UU penyiaran.| dok.Jajang S

LINGKARPENA.ID | Tercatat sedikitnya 183 wartawan yang turun ke jalan melakukan aksi damai di depan gerbang kompleks Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi. Aksi tersebut dipicu terkait revisi Rancangan Undang Undang (UU) penyiaran yang dinilai kontroversi.

Beberapa orang wartawan mewakili massa aksi diterima Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara, dan ketua fraksi PDIP, Gerindra dan Demokrat.

Dialog antara wakil massa aksi dengan para wakil rakyat itu berjalan familiar dan damai.

Dalam paparannya ketua DPRD Yudha Sukmagara menyampaikan, kritik membangun dari para jurnalis yang dinilai perlu diperjuangkan.

Dan terkait dengan aksi demo tersebut menurutnya DPRD Kabupaten Sukabumi secara tegas menyampaikan pernyataan sikap, sebagai berikut, pertama;

Baca juga:  Genap 100 Hari Program "Aa Dede Curhat Dong" Kapolres Sukabumi dapat Penghargaan dari Lemkapi

1. Menolak dan meminta agar pasal dalam revisi Rancangan UU penyiaran dicabut karena berpotensi mengancam kemerdekaan pers.

2. Meminta DPR RI mengkaji kembali dampak dari draf revisi RUU penyiaran dengan semua pihak termasuk organisasi profesi wartawan jurnalis serta publik secara terbuka

3. meminta kepada semua pihak untuk tidak membahas lagi RUU revisi RUU penyiaran agar tidak menjadi alat untuk membungkam Kemerdekaan pers serta kreativitas individu di berbagai platform.

Baca juga:  Video Viral Danyonif 310 VS Sopir Angkot, Begini Kronologinya

4. mendesak unsur forkopimda Sukabumi, dan khususnya DPRD Kabupaten Sukabumi akan berkirim surat kepada DPR RI terkait penolakan RUU penyiaran.

Keempat poin krusial tersebut, Jelas Yudha, sudah diterima DPRD Kabupaten Sukabumi, dan hari ini pihaknya akan langsung menandatanganinya, untuk kemudian di kirim ke provinsi dan ke DPR RI.

“Barusan pun saya sudah ada komunikasi dengan salah satu anggota DPR RI di Senayan ,ternyata hal ini pun kawan-kawannya di daerah-daerah lain melakukan hal yang sama, Jadi kalau misalnya di Sukabumi nggak bikin begini artinya Sukabumi lemah, ya ternyata Sukabumi enggak lemah,” jelas Yudha.

Baca juga:  Ratusan Wartawan di Sukabumi Gelar Aksi Damai di Gedung DPRD, Tolak RUU Penyiaran

Dikatakan Yudha, negara ini adalah negara demokrasi, dan negara ini adalah negara keterbukaan informasi, serta negara ini adalah negara milik rakyat.

“Jadi saya rasa untuk tidak membelenggu kemerdekaan bersuara semua harus terbuka, yang penting jangan bikin hoax , itu kan nanti ada undang-undang ITE , jangan sampai jurnalis dipakai oleh kepentingan individu dan kelompok,” pungkas Yudha.

Pertemuan ketua DPRD Kabupaten Sukabumi dengan perwakilan massa aksi demo diahiri dengan penandatangan surat penyataan penolakan terhadap revisi rancangan undang undang penyiaran.

Pos terkait