Ini Alasan P2RW jadi Prioritas TPT di RW 08 Cikundul Kota Sukabumi

Kepala Seksi Pembangunan Kelurahan Cikundul, Idun Saripudin saat meninjau lokasi pembangunan P2RW di RW 08 Kelurahan Cikundul.| istimewa

LINGKARPENA.ID | Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) dimanfaatkan warga RW 08 Kelurahan Cikundul salah satunya untuk mencegah terjadinya bencana longsor di wilayah pemukiman.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Kelurahan, Idun Saepudin, saat meninjau tiga lokasi pelaksanaan P2RW pada Jumat 14 Juli 2023 di Kelurahan Cikundul.

Menurut Idun, untuk mengantisipasi potensi bencana longsor di RW tersebut, maka masyarakat menggunakan dana P2RW untuk membangun Tembok Penahan Tanah (TPT). Pembangunan ini menurutnya sangat dibutuhkan karena di lokasi rawan longsor terdapat beberapa rumah milik warga.

Baca juga:  Menuju Indonesia Emas 2045, Ini yang Dilakukan Pemkot Sukabumi

“Yang sangat dibutuhkan diantara 10 RW ada terletak di RW 08, karena ada rumah warga dipinggir selokan, tentunya rawan longsor. Makanya diadakan program TPT sekaligus rabat beton jalan gang,” singkatnya.

Sementara itu Ketua RT 02 RW 08, Abdulrahman, yang ditemui oleh pihak kelurahan dalam peninjauan tersebut menerangkan, P2RW diwilayahnya selain digunakan untuk membangun rabat beton dan TPT, juga dimanfaatkan untuk merehabilitasi lapang voli yang hingga saat ini pengerjaannya baru mencapai 80 persen.

Baca juga:  Warung di Jalan Raya RA Kosasih Kota Sukabumi Terbakar Hebat

“Pertama rehabililitasi lapang bola voli di RT 02, kemudian pembangunan gang dan rabat beton dan TPT di RT 01. Alhamdullilah saat ini rabat beton dan TPT sudah selesai, lapang voli sudah mencapai 80 persen, insyaallah dalam beberapa hari kedepan bisa diselesaikan,” terangnya.

Abdulrahman juga menyampaikan, dengan telah meningkatnya kualitas jalan tentunya sangat mendukung mobilitas warga yang mayoritas bekerja disektor pertanian.

Baca juga:  H-1 Lebaran Pengunjung Lapas Membludak, Kalapas Sukabumi Turun Tangan

“Membantu mobilitas penduduk untuk mengangkut hasil pertanian, karena disini daerah persawahan, otomatis penduduk yang bertani transportasi hasil pertanian bisa menggunakan gang, termasuk mengangkut pupuk dan lainnya,” pungkasnya.*

Pos terkait