LINGKARPENA.ID | Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan 16 Januari 2026 dimanfaatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi sebagai momen penguatan nilai spiritual dalam pengelolaan lingkungan. Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, menilai peristiwa besar dalam sejarah Islam tersebut sarat pesan moral yang relevan dengan tugas manusia menjaga keseimbangan alam.
Menurut Nunung, Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa keagamaan, tetapi juga refleksi tentang amanah dan tanggung jawab manusia sebagai pengelola bumi. Nilai-nilai tersebut, kata dia, sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
“Manusia diberi kepercayaan untuk menjaga bumi. Isra Mi’raj mengajarkan kita tentang tanggung jawab, disiplin, dan keseimbangan, termasuk dalam memperlakukan lingkungan,” ungkap Nunung.
Ia menjelaskan, DLH Kabupaten Sukabumi terus berupaya menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam program nyata, seperti pengendalian pencemaran, pengelolaan sampah terpadu, serta edukasi publik agar masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Nunung juga mengajak seluruh aparatur DLH menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai ruang introspeksi untuk memperkuat integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang lingkungan.
“Lingkungan yang sehat adalah fondasi kualitas hidup masyarakat. Karena itu, kepedulian dan rasa tanggung jawab harus menjadi budaya bersama,” tegasnya.
Melalui semangat Isra Mi’raj 2026, Nunung berharap DLH Kabupaten Sukabumi semakin konsisten menjadikan nilai moral dan spiritual sebagai landasan kerja, demi terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.






