Jejak Hatta-Sjahrir Kembali Dihidupkan, Wawan Juanda: Jangan Biarkan Sejarah Berhenti sebagai Kenangan

Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda, saat menghadiri peresmian Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir di Kota Sukabumi, Sabtu (12/9/26).[foto: ist]

LINGKARPENA.ID | Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda menghadiri peresmian Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir di Kota Sukabumi, Sabtu (12/09/2026).

 

Peresmian museum tersebut menjadi momentum penting dalam upaya menjaga warisan sejarah sekaligus menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat terhadap jejak perjuangan para tokoh bangsa yang pernah menjalani masa pengasingan di Sukabumi.

 

Wawan Juanda menilai, keberadaan Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir tidak semata-mata menjadi simbol sejarah, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang penting bagi masyarakat, terutama generasi muda.

Baca juga:  Peran Radio Saat Ramadhan di Pajampangan Ala Era 80-an

 

“Rumah pengasingan ini bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi menjadi saksi perjalanan dua tokoh bangsa, Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir, yang pernah menjalani masa pengasingan di Sukabumi. Dari tempat ini, kita dapat mengenang semangat perjuangan, pemikiran, serta nilai-nilai kebangsaan yang mereka wariskan kepada generasi penerus,” ujar Wawan Juanda.

 

Menurutnya, sejarah memiliki posisi penting dalam membentuk kesadaran generasi bangsa. Karena itu, keberadaan museum diharapkan tidak berhenti sebagai tempat penyimpanan benda dan dokumentasi sejarah, tetapi dapat berkembang menjadi ruang pembelajaran yang mampu mendekatkan generasi muda dengan perjalanan bangsa.

Baca juga:  Hasil Reses Wajib Ditindaklanjuti, Ketua DPRD Wawan Juanda: Aspirasi Rakyat Harus Menjadi Arah Pembangunan Kota Sukabumi

 

“Peresmian museum ini diharapkan dapat menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih dekat dengan sejarah. Kita perlu memahami bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan, pengorbanan, pemikiran, dan keteguhan para pendiri bangsa,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, merawat situs dan peninggalan sejarah merupakan bagian dari menjaga identitas serta ingatan kolektif masyarakat. Nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para tokoh bangsa, kata Wawan, perlu diterjemahkan dalam kehidupan masa kini melalui semangat membangun daerah.

Baca juga:  DPRD Kota Sukabumi Apresiasi Peran Media, Terima Audiensi PWI

 

“Mari bersama menjaga warisan sejarah, merawat ingatan kolektif, dan menjadikan nilai-nilai perjuangan para pahlawan sebagai inspirasi dalam membangun Kota Sukabumi yang maju, berkarakter, dan berdaya saing,” katanya.

 

Wawan berharap Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir dapat menjadi salah satu ruang penting bagi masyarakat untuk memahami sejarah Sukabumi dalam konteks perjalanan bangsa Indonesia.

 

“Sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk menjadi pelajaran dalam melangkah ke masa depan,” pungkasnya.

Pos terkait